REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Lemparan ke Dalam Rory Delap


M Bimo pada 2021-12-16 jam 12:00 PM


Gantigol/Aldito Ilham


Menurut kamu seberapa penting lemparan ke dalam saat posisi menyerang? Selama ini kebanyakan pemain hanya mengarahkan lemparan ke dalam ke pemain yang berada di dekatnya. Jarang sekali pemain menggunakan momentum lemparan ke dalam untuk melakukan serangan langsung ke depan gawang.

Salah satu faktornya adalah karena lemparan dilakukan dengan tangan. Kekuatan lemparannya sulit menyaingi jika bola ditendang memakai kaki, jadi serangannya tidak semematikan jika dibanding tendangan sudut.

Namun jika klub memiliki pemain yang tepat, maka situasi lemparan ke dalam ini bisa menjadi ancaman lawan. Liverpool memiliki seorang Thomas Gronnemark, seorang pelatih spesialis yang tugasnya melatih kemampuan lemparan ke dalam bagi pemain-pemain The Kop.

Keputusan Liverpool dalam mempekerjakan pelatih khusus ini tentu menandakan bahwa lemparan ke dalam bisa jadi peluang menyerang bagus, jika bola dilempar oleh orang yang memiliki kemampuan melempar yang baik, tentu saja.

Sekitar satu setengah dekade yang lalu, Stoke City memiliki salah satu pelempar terbaik di Premier League. Pemain itu bernama Rory Delap, ia berseragam The Potters sejak 2006, jauh sebelum ada pemain seperti Marko Arnautovic, Xherdan Shaqiri, dan Bojan Krkic yang pernah jadi andalan Stoke City.

Ketimbang umpan-umpannya, pemain lawan lebih takut pada kemampuan tangan Delap. Ya, jika situasi lemparan ke dalam terjadi di dekat kotak penalti dan pemain Irlandia ini sudah berada di posisinya untuk melempar, bisa dipastikan selanjutnya yang terjadi adalah momen membahayakan di depan gawang.


sumber foto: Planet Football

 

Nyaris Pensiun karena Cedera Horor

Rory Delap mengambil bola di pinggir lapangan. Ia mulai mengelap bola menggunakan kaus jersey yang dikenakannya, terkadang meminjam handuk dari staff. Lalu ia mengambil ancang-ancang jauh, berlari menuju garis lapangan, dan melempar bola sekuat tenaga menuju arah gawang. Tak jarang Delap mencetak assist menggunakan tangannya.

Pemain bernomor punggung 24 ini pertama kali datang Britannia Stadium pada 2006. Sebelumnya ia pernah berseragam Carlisle United, Derby County, Southampton, hingga Sunderland sebelum akhirnya dipinjamkan ke The Potters.

Selain kemampuan kaki, Delap memiliki skill khusus yang terletak di tangannya. Mantan atlet lempar lembing ini bahkan sudah disiapkan tempat di tim lempar lembing Olimpiade karena bakat khususnya itu. Namun, ia lebih memilih mengolah si kulit bundar ketimbang lempar lembing.

Pemain ini sebenarnya memiliki masa yang kelam tak lama setelah dipinjamkan ke Stoke. Seminggu setelah pindah, Delap dimainkan di laga Championship pada Oktober 2006. Namun, ia hanya berdiri di atas lapangan tak lebih dari 10 menit.

Delap mengalami cedera parah. Pada insiden itu ia mengalami cedera patah kaki di dua bagian, tibia dan fibula. Sebanyak lebih dari 14 ribu penonton menyaksikan kejadian menyeramkan tersebut. Mungkin hampir semua dari mereka memiliki pikiran yang sama: karier Delap habis ketika itu juga.

Pelatih, rekan pemain, dan staff mungkin juga bakal berpikir demikian. Tapi ada satu orang yang tak sepakat, ialah Profesor Maffulli. Ia menjadi salah satu dokter yang menangani cedera Rory Delap dan meyakini bahwa pemain yang saat cedera berusia 31 tahun ini bakal tetap bisa bermain bola seperti biasa usai pemulihan.

Tony Pulis, pelatih Stoke saat itu, dan presiden klub, Peter Coates, di luar dugaan setuju dengan Maffulli. Di saat Delap sedang cedera parah, Stoke malah menyodorkan kontrak permanen kepadanya dan menyelesaikan transfer dari Sunderland.

Meski kemungkinannya sulit dipercaya, nyatanya Rory Delap tak hanya bisa bermain seperti biasa lagi. Ia setidaknya menghabiskan tujuh tahun di Stoke City dan memainkan 178 caps bersama The Potters pascacedera patah kaki.

 
Lengan yang Bikin Lawan Geram

Bersama Stoke, Delap telah melalui masa naik turun Premier League-Championship. Ia juga menjadi bagian skuat promosi Stoke yang saat itu menjadi runner up Championship musim 2007-2008. Delap menjadi kapten tim pada musim itu.

Lengan Delap adalah bagian tubuh yang paling ditakuti oleh klub lawan. Arsene Wenger semasa masih melatih Arsenal pernah berkomentar kesal dengan kemampuan yang dimiliki pemain Irlandia ini.

Di musim pertama ia bersama Stoke tampil di Premier League musim 2008-2009, lemparannya berkontribusi terhadap delapan dari 55 gol yang berhasil Potters cetak pada musim itu. Delap juga beberapa kali berkontribusi di gol penting penentu hasil menang atau seri lewat lemparannya.

Pada masa itu, kemampuan melempar Delap menjadi fenomena unik yang membuat banyak pemain dan pelatih ingin berkomentar. Juga banyak analisis-analisis yang muncul terkait lemparan pemain satu ini. Sebuah klaim menyebutkan bahwa Rory Delap mampu melempar bola hingga jarak 40 meter dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

Delap juga mempunyai rekor tersendiri, yaitu lebih banyak aksi lemparan dalam yang ia ciptakan dibanding aksi umpannya. Rekor tersebut tercatat pada pertandingan Stoke City saat melawan Wolves pada tahun 2010. Ia menciptakan 27 kali lemparan dalam dan hanya 16 kali mengumpan menggunakan kakinya.

Mantan pemain Manchester United, Steve Bruce menyebutkan bahwa Delap ini adalah David Beckham. Namun, sihir yang ia miliki bukan lah di kaki, melainkan di tangan dan lengannya.

"Rory Delap adalah David Beckham dengan kemampuan yang berbeda," kata Bruce.

Ada beberapa momen lemparan Delap yang terkenal. Salah satunya adalah saat kontra Aston Villa di Premier League musim 2008-2009. Pertandingan berjalan ketat, Stoke mengincar kemenangan pertama di Premier League. Lemparan Rory Delap di 30 detik sebelum peluit panjang dibunyikan disambut oleh sundulan Ricardo Fuller dan menentukan kemenangan untuk Stoke.

Arsenal juga pernah menjadi korban dan gol ini yang membuat Wenger geregetan dengan Delap. Lemparan ke dalam yang ia lakukan mengarah ke Ryan Shawcross, kemudian disundul ke arah gawang yang disambut Seyi Olofinjana sehingga berbuah gol.

Harus diakui, kemampuan sepakbola Delap sebagai gelandang memang nggak bagus-bagus amat. Dia tidak cukup sering menyumbang assis, tidak juga banyak mencetak gol. Namun kemampuan melemparnya cukup bisa menutupi itu dan menjadi pemakluman agar tetap ada alasan bagi pelatih untuk memainkannya di lapangan.

Toh memang itu lah yang menjadi senjata utama selama karier sepakbolanya. Banyak cara yang dilakukan lawan agar Delap tak bisa leluasa melakukan keahliannya. Arsene Wenger terang-terangan mengusulkan penghapusan lemparan ke dalam di sepakbola, buntut dibuat kesal oleh bahayanya lemparan ke dalam yang dilakukan Delap. 

West Ham United punya cara tersendiri, yakni dengan memindahkan papan iklan lebih maju mendekati garis lapangan. Hal ini The Hammers lakukan agar Delap tak punya ruang yang cukup untuk mengambil ancang-ancang lemparan ke dalam.

Sepanjang sejarah Premier League ada beberapa pemain yang memiliki kemampuan yang sama dengan Rory Delap. Sebut saja Aron Gunnarsson, Fauzi Gholam, Michael Antonio, dan Stoke sendiri pernah mengandalkan Erik Pieters sebagai pelempar jarak jauh. Namun tentu saja kemampuan, akurasi, serta tingkat kesuksesan yang mereka punya tidak lebih baik jika dibandingkan dengan Delap.


TAG: Rory Delap Stoke City Laga






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI