REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Megahnya Old Trafford yang Membuat Stadion Lain Cemburu


M Bimo pada 2020-07-07 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Manchester United beruntung memiliki rumah berupa Stadion Old Trafford. Stadion dengan kapasitas 74.879 orang penonton. Stadion terbesar kedua di Inggris setelah stadion nasional Wembley. Markas Setan Merah yang memiliki sebutan Theatre of Dreams, kebanggaan masyarakat Manchester sejak pertama kali berdiri.

Kemegahan telah dimiliki Old Trafford sejak pertama kali diresmikan pada 19 Februari 1910. Stadion ini mendapat pujian dari komunitas sepak bola The Sporting Chronicle yang menggambarkan Old Trafford sebagai arena paling tampan, paling luas dan paling luar biasa di seluruh Britania Raya.

Sejak pertama kali dibangun, stadion ini memang sudah diperuntukkan jadi markas Setan Merah. United awalnya bermarkas di North Road dan juga sempat pindah ke Bank Street di dekat Clayton. Stadion yang mereka tempati ini sering memiliki masalah, di mana atapnya sering rusak ketika diterjang angin kencang. Selain itu, markas mereka dulunya dekat dengan pabrik yang limbah asap pembakaran kadang mengganggu dan mempengaruhi permainan.

Berangkat dari masalah tersebut, United memutuskan untuk mencari stadion baru. Pada 1909, ketika United baru saja juara Divisi Satu dan FA Cup, John Henry Davies yang merupakan pemilik Manchester United saat itu menggelontorkan dana segar ke klub untuk membangun markas baru. 

Awalnya sang pemilik menganggarkan 30.000 poundsterling untuk pembangunan Old Trafford. Kemudian ia mengeluarkan dua kali lebih banyak demi ingin membuat stadion baru yang megah. Old Trafford mulai dibangun di kawasan industri Trafford Park seluas 16 hektar. Arsitek dari stadion ini tidak lain dan tidak bukan adalah Archibald Leitch, sang bapak arsitek stadion sepak bola Britania Raya.

Baca Juga: Sejarah dan Perkembangan Stadion, Tak Melulu Soal Kualitas Rumput

Kesempurnaan pembangunan Old Trafford sejak awal sudah dipikirkan oleh Archibald. Sang arsitek yang juga berjasa atas pembangunan stadion lain termasuk Stamford Bridge dan Highbury ini membuat pondasi yang kokoh, sistem drainase mutakhir pada masanya, serta sudut-sudut kemiringan di tribun yang tepat. Sehingga penonton bisa melihat ke arah lapangan dengan jelas di manapun posisinya.

Pada awal berdiri, stadion ini memiliki kapasitas 80.000 penonton. Henry Davies sebenarnya berencana untuk membuatnya berkapasitas 100.000. Namun saat itu, keterbatasan dana membuat ia mengurungkan niatnya.

Keruntuhan Old Trafford pada masa perang

Ketika awal diselesaikan, Old Trafford memiliki tribun yang mengitari stadion. Saat itu hanya satu tribun yang diberi atap, sementara tiga sisanya dibiarkan terbuka. Usai pembangunannya rampung pada akhir 1909, para suporter United akhirnya bisa melihat tim kebanggaan mereka bermain di stadion megah ini pada 19 Februari 2020. Pertandingan itu mempertemukan United dengan rivalnya, Liverpool.

Namun kiprah awal Setan Merah di Old Trafford tak berjalan mulus. Pada pertandingan perdana mereka itu, Setan Merah harus bertekuk lutut dengan skor 3-4 di hadapan suporter mereka sendiri. Pemain United, Alexander Sandy Turnbull menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak gol di Old Trafford. Meski demikian, pada akhir musim mereka mampu membawa trofi juara Liga Inggris ke Old Trafford untuk pertama kalinya.

Old Trafford kemudian menjadi stadion yang paling dipandang di tanah Inggris. Stadion ini pertama kali menjadi tuan rumah final Piala FA 1911 dan juga 1915. Sebelas tahun kemudian, Old Trafford dipilih sebagai tuan rumah pertandingan internasional antara Inggris kontra Skotlandia.

Salah satu rekor penonton terbanyak yang pernah hadir di Old Trafford terjadi pada 1939. Saat itu stadion ini dipilih sebagai tuan rumah semifiinal FA Cup yang mempertemukan Wolverhampton Wanderers kontra Grimsby Town. Setidaknya ada 76.962 pasang mata yang menyaksikan laga tersebut.

Sementara itu, rekor penonton paling sedikit pernah terjadi pada 29 April 1950. Ketika itu Manchester United menggelar pertandingan kandan versus Fulham. Pertandingan itu disaksikan oleh 11.968 orang.

Perubahan besar-besaran terjadi pada Old Trafford usai Perang Dunia II pecah. Markas Manchester United ini diminta oleh Angkatan Darat dijadikan gudang senjata perang. Namun, mereka menginginkan sepak bola tetap diadakan di stadion ini. Hasilnya, Old Trafford jadi sasaran bom oleh tentara Jerman.

Dua serangan destruktif pernah diterima Old Trafford, yakni pada 22 Desember 1940 dan yang kedua pada 11 Maret 1941. Serangan bom ini menghancurkan sebagian besar bangunan stadion, termasuk ruang berisi aset trofi Manchester United dan tribun utama di sisi selatan Stadion.

Kondisi ini tak memungkinkan Old Trafford bisa menggelar pertandingan lagi. Kemudian Manchester United dipaksa mengungsi ke Maine Road dan berbagi stadion dengan rival sekota mereka, Manchester City. Sejak mengungsi, United harus membayar sewa kepada Manchester City sebagai bayaran penggunaan Maine Road selama Old Trafford direnovasi.

Kondisi ini membuat pemilik United saat itu sempat kesulitan keuangan untuk merenovasi stadion. Hingga akhirnya Old Trafford terbengkalai selama hampir 10 tahun lamanya. Hingga akhirnya pada 1949 stadion ini selesai direnovasi dan siap menggelar pertandingan lagi. Pertandingan pertama United setelah Old Trafford direnovasi dimainkan pada 24 Agustus 1949. Saat itu sebanyak lebih dari 41.000 penonton menyaksikan Setan Merah menumbangkan Bolton Wanderers 3-0.

Wajah sempurna Old Trafford usai renovasi

Renovasi usai pemboman pada Perang Dunia II tak hanya membuat Old Trafford kembali bisa menyelenggarakan pertandingan lagi. Tapi ini membuat perbedaan yang cukup signifikan pada stadion ini. Salah satu di antaranya adalah tribun Old Trafford kini sepenuhnya sudah beratap. Dimulai dari atap sepanjang 73 meter yang dibangun sepanjang tribun United Road (kini tribun Sir Alex Ferguson) sampai tribun Stretford End juga diberi atap pada 1951.

Selain itu, klub juga menginvestasikan sejumlah uang untuk instalasi lampu lapangan sehingga Old Trafford bisa menggelar pertandingan pada malam hari. Pertandingan malam hari pertama yang digelar di stadion ini terjadi pada gelaran Divisi Satu Liga Inggris saat United menghadapi Bolton Wanderers pada 25 Maret 1957.

Meski demikian, pemasangan atap khususnya di bagian tribun United Road menuai kontroversi. Sebab pilar penyangga atap yang dipasang di sana cukup banyak menutup pandangan penonton. Jelang diselenggarakannya Piala Dunia 1966 di Inggris, direksi United didesak untuk merancang ulang tribun United Road.

Akhirnya pada 1965, penyangga atap stadion ini diganti dengan yang lebih moderen. Membuat semua penonton bisa melihat lapangan tanpa terhalang. Selain itu, United Road juga mendapat penambahan kapasitas sebanyak 20.000. Old Trafford kemudian menjadi salah satu stadion tuan rumah Piala Dunia 1966 bersama dengan Wembley, Villa Park, Goodison Park dan Hillsborough.

Awal 1970an, hooliganisme mulai merebak di Inggris. Kejadian hooliganisme yang dikenang di Old Trafford adalah tragedi pelemparan pisau yang dilakukan oleh suporter pada 1971. Insiden ini memaksa United membangun pagar pembatas antara tribun dan lapangan. Menjadikan Old Trafford sebagai stadion pertama di Inggris yang membangun pagar pembatas.

Tragedi Hillsborough pada 1989 memang banyak mengubah wajah seluruh stadion di Inggris. Old Trafford juga mengalami perubahan dari tribun berdiri menjadi tribun duduk seluruhnya. Renovasi besar-besaran ini menyebabkan kapasitas stadion terpangkas dari 80.000 menjadi hanya 44.000 saja.

Perubahan Old Trafford seluruhnya menjadi tribun duduk itu terjadi pada awal-awal masa Premier League dimulai. Saat itu, Manchester United sedang mendominasi sepak bola Inggris, yang menyebabkan popularitasnya sedang naik banget. Situasi ini kembali mendesak direksi United untuk melakukan peningkatan khususnya di sektor kapasitas stadion.

Akhirnya pada 1995, Tribun Utara yang telah berdiri selama 30 tahun digusur dan digantikan dengan tribun baru bertingkat tiga. Renovasi yang selesai pada Mei 1996 ini menambah daya tampung stadion sebanyak 25.500 penonton. Perombakan ini juga membuat Old Trafford kembali dipilih sebagai tuan rumah Euro 96.

Old Trafford kembali menambah kapasitasnya ketika Tribun Timur dan Tribun Barat direnovasi. Usai Tribun Timur ditingkatkan, kapasitas Old Trafford pada saat itu bisa menampung sebanyak 61.000. Sementara ketika Tribun Barat ditingkatkan menjadi dua lantai, 7.000 kursi tambahan menjadikan Old Trafford sebagai salah satu stadion dengan kapasitas terbanyak di Inggris yakni 68.217 penonton.

Sejak 2003 hingga 2007, Old Trafford seringkali dijadikan markas Timnas Inggris. Stadion ini menyelenggarakan 12 dari 23 pertandingan kandang Inggris pada periode itu, terbanyak daripada stadion lainnya. Pertandingan Inggris terakhir kali di Theatre of Dreams adalah ketika Inggris kalah dari Spanyol 0-1 pada 7 Februari 2007.

Old Trafford era sekarang

Theatre of Dreams adalah julukan yang lekat dengan Old Trafford. Sebutan ini pertama kali dibuat oleh Sir Bobby Charlton dalam buku John Riley berjudul Soccer yang terbit 30 tahun lalu. Ungkapan ini dibuat ketika Setan Merah sedang menikmati kesuksesan di bawah kendali Sir Alex Ferguson dan Old Trafford turut ikut berkembang menjadi stadion terbaik di tanah Inggris. Hingga kini, sebutan itu masih terus melekat di markas Manchester United ini.

Old Trafford merayakan ulang tahun keseratus pada 19 Februari 2010. Kemudian pada November 2011, nama Tribun Utara mulai diganti menjadi tribun Sir Alex Ferguson sebagai penghormatan 25 tahun sang pelatih asal Skotlandia melatih Manchester United.

Ada beberapa bangunan bersejarah yang terdapat di Old Trafford. Salah satunya adalah lorong yang dinamai Lorong Munich. Dinamai demikian dengan alasan menghormati peringatan 50 tahun bencana udara Munich pada 1958. Lorong ini juga menjadi satu-satunya bangunan asli yang masih bertahan sejak awal Old Trafford berdiri.

Selain itu ada patung yang terinspirasi dari sosok legendaris Manchester United yakni Sir Matt Busby, George Best, Denis Law dan Bobby Charlton. Patung-patung itu mendapat julukan The United Trinity. Menyusul kemudian patung Sir Alex Ferguson sebesar 2,7 meter juga dibangun di Old Trafford pada 23 November 2012.

Old Trafford bisa jadi simbol kecemburuan bagi stadion-stadion yang dibangun oleh klub Inggris lainnya. Sama seperti Manchester United yang tak pernah berpuas diri dalam urusan prestasi, Old trafford juga tampaknya masih akan mengalami renovasi dan peningkatan kapasitas penonton.

Kabarnya, pembahasan untuk meningkatkan Tribun Selatan sedang dilakukan sejak beberapa tahun belakangan. Bukan tak mungkin itu bakal benar-benar terjadi di masa yang akan datang. Jika tribun itu ditingkatkan, Old Trafford diperkirakan bisa menampung hingga 95.000 penonton.


TAG: Old Trafford Stadium Series Manchester United






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI