REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Melihat Wayne Rooney Sebagai Pelatih 


Hamdani M pada 2021-01-24 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Wayne Rooney telah menyatakan diri pensiun dari sepak bola. Bukan berhenti total. Ia berhenti dari dalam lapangan hijau. Ia memutuskan untuk fokus di pinggir lapangan hijau, sebagai pelatih. Sebelum resmi pensiun, Rooney sebenarnya telah memulai kariernya sebagai pelatih. Dia ditunjuk sebagai asisten pelatih Derby County. Dia bekerja di belakang Philip Cocu.

Tapi prestasi yang jeblok Derby County di bawah asuhan Cocu membuatnya didepak. Mereka kemudian menunjuk Rooney sebagai penggantinya. Tidak lama berselang ia memutuskan untuk fokus melatih. Jika sebelumnya Rooney duduk sebagai pemain dan asisten pelatih, kini ia mengaku ingin total menjadi pelatih.

Melihat Rooney di lapangan adalah hal yang biasa kita saksikan. Melihat dia mengejar bola, bertarung hingga berdarah-darah, membawa bola melewati lawan, menembaknya dari kejauhan serta aksi atraktif adalah hal biasa dari Rooney. Dalam kariernya sebagai pemain ia telah meraih banyak kesuksesan. Lima trofi Liga Premier Inggris, satu trofi Liga Champion, dan satu Piala FA. 

Tapi semua terasa lain saat ia berganti posisi. Bukan lagi di dalam lapangan, tapi di pinggir. Bukan sebagai yang diberi instruksi, tapi sebagai orang yang memberi instruksi. Menarik untuk melihat bagaimana nanti ia duduk sebagai pelatih. Seperti apa gaya melatihnya, bagaimana filosofi sepak bolanya serta sejauh mana prestasinya berada di posisi itu.  

Jauh sebelum ia datang ke Derby County sebagai asisten pelatih, Rooney nampak sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Persentuhannya dengan Louis van Gaal di masa akhirnya berseragam United memberi banyak pengaruh kepada cara pandangnya terhadap sepak bola. Ia menjadi tertarik pada gaya sepak bola yang detail pada hal-hal kecil dalam permainan. Telaten pada tahap demi tahap persiapan. Berpegang pada prinsip penguasaan bola. Bermain menyerang. 

Permainan sepak bola yang ideal ini, menurut Rooney selama ini dipraktikkan oleh dua pelatih hebat, Louis van Gaal dan Pep Guardiola. Mereka berdua adalah pemilik sepak bola impian Rooney.

Tentang van Gaal, Rooney pernah menyatakan bahwa van Gaal adalah pelatih terbaik yang pernah bekerja sama dengan dia selama ini. " Van Gaal sejauh ini adalah pelatih terbaik yang pernah bekerja sama dengan saya. Keterampilan taktisnya, caranya mempersiapkan dan perhatiannya pada detail terbaik, Menurutku luar biasa. Aku mengaguminya. Aku belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya," kata Rooney tentang mantan pelatihnya di Manchester United dulu. 

Hubungan Rooney dengan van Gaal yang pernah terjalin selama dua musim telah memberinya banyak pelajaran tentang bagaimana cara melatih yang baik. "Saya menyesali bagaimana semuanya berakhir, namun saya tahu satu hal yang pasti — saya telah belajar banyak darinya dan saya pasti akan menggunakan pelajaran itu ketika saya menjadi manajer," kata Rooney saat mengenang masa singkatnya bersama van Gaal.

Gaya bermain van Gaal yang detail dalam melihat pola permainan anak buahnya serta fokus pada penguasaan bola ditiru dan dikembangkan oleh mantan asistennya di Barcelona dulu, Pep Guardiola. Dengan tetap perhatian pada detail-detail kecil, serta fokus penguasaan bola, Guardiola kemudian melengkapinya dengan varian taktik yang membuatnya menjadi tokoh utama dalam sepak bola modern.

Pelatih yang biasa dipanggil filsuf lapangan hijau itu mengguncangkan sepak bola dunia dengan temuan tiki-takanya saat masih menukangi Barcelona. Dengan berpijak pada dasar penguasaan bola, Guardiola menyuguhkan tim dengan permainan yang solid, sekaligus menghibur. Gaya sepak bola Guardiola yang menyerang ini pernah membuat Rooney berandai, kalau saja generasi emas Inggris dulu ditangani Guardiola, maka akan ada banyak gelar yang Inggris dapatkan. 

Kekaguman Rooney atas Guardiola membuatnya tertarik untuk mempelajari sepak bola ala Guardiola. Ketertarikan Rooney untuk belajar tentang sepak bola ala Guardiola secara lebih jauh pernah diwujudkan dengan berguru pada Domenec Torrent. Dia adalah asisten Guardiola saat berada di Manchester City, Bayern Munchen hingga Barcelona. Bahkan saat Guardiola masih di Barcelona B.

Torrent dianggap telah banyak menyerap ilmu sepak bola Guardiola. Pengalaman panjangnya bersama Guardiola ini yang membuatnya dilirik oleh New York City untuk menangani tim asal Amerika itu. Bersama New York City, Torrent memiliki catatan yang gemilang. Ia mampu mencapai 64 poin bersama New York. Ini adalah pencapaian tertinggi dalam sejarah klub. 

Prestasi yang semakin membuat Rooney menaruh rasa hormat pada filosofi sepak bola yang dibawa mantan tangan kanan Guardiola. Saat Rooney bermain untuk DC United, ia punya kesempatan untuk berhubungan langsung dengan Torrent. Meski mereka adalah rival, nyatanya Rooney tak segan untuk datang belajar. Tentang Rooney, Torrent pernah menyatakan, “saya yakin Rooney akan menjadi pelatih yang baik.” 

Semua pemain memiliki tanggung jawab yang sama pada penyerangan dan pertahanan. Semua pemain tidak boleh hanya terpaku pada posisi dasarnya di atas lapangan. Semua harus memiliki mental petarung yang kuat. Perebut bola yang gigih. Serta percaya diri akan kemampuan tim. Menguasai bola. Mendikte permainan. Inilah gaya yang diimpikan Rooney.

Gaya bermain sepak bola yang dicita-citakan Rooney ini pernah ia praktikkan di lapangan sepanjang kariernya sebagai pemain sepak bola. Berada di klub manapun, Rooney selalu bermain sepak bola dengan gaya yang sama. Menjelajah, tidak terpaku pada posisi dasar yang diperankan. Walaupun secara dasar ia adalah pemain depan, tapi Rooney tidak jarang turut menjemput bola ke belakang saat suplay bola tidak sampai ke depan. Kebiasaannya menjemput bola ke belakang ini bahkan sempat memunculkan dugaan pergantian peran Rooney di tim dari para penggemar Setan Merah. Saat klub ini ditukangi oleh Jose Mourinho, dia sampai membuat pernyataan akan tetap memainkan Rooney sebagai striker meski ia bagus dalam memberi umpan dan mengatur serangan. 

Soal mental, Rooney tak perlu diragukan lagi. Jiwa petarung yang ada padanya sudah terbukti dalam berbagai pertandingan. Kepemimpinannya juga sudah teruji. Ia pernah menjadi kapten Manchester United. Pengalaman yang memberinya pelajaran tentang bagaimana menjadi pemimpin yang bijak. Ketenangannya juga telah melewati ujian berat saat ia masih berseragam United.Toh, nyatanya ia mampu melewati semua itu dengan baik.

Semua pengalaman Rooney selama masih aktif sebagai pemain tentu menjadi nilai lebih dalam karier kepelatihannya. Dia bisa lebih peka mengenai kebutuhan dan kendala setiap pemain yang ditugasi mewujudkan taktiknya di lapangan. Kita tinggal menunggu waktu, apakah ramalan Torrent akan cerahnya masa depan Rooney sebagai pelatih akan terwujud.   


TAG: Wayne Rooney Derby County Manchester United Van Gaal Pep Guardiola






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI