Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi fans PSIM Bersama Seto Nurdiantoro
REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto


Angger Worodjati pada 2020-01-31 jam 12:00 PM


GantiGol


Seto Nurdiantoro resmi diperkenalkan oleh manajemen PSIM di Pendopo Wisma Soeratin, Rabu (29/1/2020). Berbeda dengan musim lalu, kali ini manajemen klub tidak terlalu mengumbar ambisi untuk segera lolos ke Liga 1. Seto dan manajemen mencoba untuk selaras dengan menjaga ekspetasi suporter dan menuntun mereka untuk bisa menghargai proses.  

Kembalinya Seto ke Laskar Mataram tentu saja membawa segudang harapan. Hal ini sangat wajar, mengingat mantan pemain Persiba Bantul ini merupakan salah satu deretan pelatih yang terhitung 'mumpuni' di sepakbola Indonesia saat ini. Buah manis dari kerja kerasnya pasti akan dinanti banyak orang. Tangan dinginnya juga diharapkan mampu mengangkat kembali harkat dan derajat sepakbola Jogja di mata Indonesia, selayaknya era-era awal Perserikatan: sebagai kiblat sepakbola negeri.

Mengawali karier kepelatihan di tahun 2013 bersama PSIM, kala itu Seto mampu mencuri perhatian publik dengan mengandalkan pemain muda yang diambil dari kompetisi lokal. Selanjutnya, Seto termakan bidal 'rumput tetangga lebih hijau'.

Ia cukup okay dengan membawa PS Sleman menjadi runner-up ISC B tahun 2016. Puncaknya, ia mampu membuat suporter Sleman memandangnya dengan meraih gelar juara Liga 2 di musim 2018/2019 (dan tentu saja termasuk di dalamnya ekspektasi suporter yang sama dengan saat ini: promosi ke Liga 1). 

Di usia yang masih menginjak 45 tahun, karir Seto sebagai pelatih masih terbilang panjang dan hasrat untuk mengejar prestasi masih sangat besar. Hasrat serupa yang tampaknya tumbuh dalam diri para fans PSIM saat ini.

Klub warisane simbah memang sangat terlihat ambisius belakangan ini sejak masuknya investor baru. Suporter merasa kondisi PSIM layak untuk meraih presatasi lebih dengan menjadi juara dan lolos ke Liga 1. Namun, menjaga ekspetasi juga perlu dilakukan agar tidak malah memberikan dampak buruk bagi perjalanan tim untuk berprestasi.

Suporter harus belajar dari pengalaman di musim lalu. Di mana materi tidak selalu berbanding lurus dengan prestasi. Ada proses panjang yang harus dilakukan pelatih dan manajemen klub untuk membawa PSIM berprestasi. Hal ini yang juga diungkapkan oleh Seto di depan media.

“Kepada suporter, jangan punya keinginan muluk-muluk. Tidak ada jaminan lolos ke Liga 1. Tapi dengan kerja keras kami, mungkin itu yang akan membuat PSIM lebih berprestasi, “ ungkap Seto seperti dikutip DetikSport.

Jika diamati, peresmian pelatih kali ini membawa semangat yang berbeda dibanding musim sebelumnya, di mana Vladimir Vujovic kala itu, gemar sekali mengumbar ambisi tim untuk segera lolos ke Liga 1.

Hal ini sedikit banyak memberi pengaruh kepada suporter dalam menentukan sikap. Ketika tim terlihat meyakinkan dan ekspetasi suporter dilambungkan setinggi mungkin, risiko ketika gagal akan lebih terasa menyakitkan.

Sepakbola memang olahraga yang tidak bisa diprediksi meski semua terlihat sangat menyakinkan, tapi batas antara kesuksesan dan kegagalan selalu terasa sangat tipis. Dan proses untuk menuju puncak prestasi menjadi satu hal yang harus dihargai. 

- -

Memahami proses pembentukan tim memang suatu hal yang tidak mudah. Apalagi suporter cenderung tidak memahami secara detail bagaimana tahapan dan rencana klub dalam membangun sumber daya.

Sepakbola adalah salah satu permainan yang paling sulit untuk dipelajari dan dikuasai. Rentang keterampilan dan teknik yang dibutuhkan, menggunakan hampir setiap bagian tubuh, untuk mengontrol dan bergerak. Tidak hanya urusan teknis, lima aspek yang menjadi syarat klub profesional juga harus terus dibangun guna menunjang kebutuhan tim untuk berprestasi.

Kompleksitas sepakbola menjadi alasan utama dibutuhkannya proses panjang untuk membentuk tim juara. Jika Seto menawarkan sebuah proses untuk membangun tim, tentu menjadi penting bagi para pendukungnya untuk mengetahui sejauh apa proses itu dikerjakan. Seto akan melalui masa yang tidak mudah di musim pertamanya bersama PSIM. Masa di mana ia harus mengenalkan filosofi permainan yang ia inginkan, mencari pemain dengan kemampuan teknik dan fisik yang sesuai dengan pendekatan melatihnya. Bahkan Jurgen Kloop sekalipun baru menemukan skuat terbaiknya ketika sudah menjabat selama 4 tahun.  

Persoalan membangun tim juara tak hanya menyangkut dana melimpah, pemain berkelas, pelatih terbaik, dan strategi ciamik. Bung dan nona juga harus memahami tentang lima aspek lisensi klub profesional. Bahwa syarat lisensi itu diciptakan agar klub sepakbola mampu berjalan secara sehat dan mandiri. Aturan itu dibuat untuk kepentingan klub itu sendiri dengan tujuan akhir prestasi dan kualitas sepakbola yang baik.

Ketika Seto mengatakan tidak ada jaminan promosi berarti ia sedang membuka pandang kita tentang bermacam permasalahan sepakbola Indonesia. Dan ketika dia berkomitmen untuk bekerja keras berarti ada niat tulus darinya untuk mengakhiri berbagai masalah itu. Jalan terjal pasti akan mengiringi perjalanan Laskar Mataram. Mendukung dan percaya dengan proses ialah upaya luhur yang semestinya dilakukan oleh fans PSIM.

Mendukung bukan berarti tanpa mengkritik. Kritik harus tetap dilakukan terutama kepada komponen yang menghambat proses klub untuk meriah prestasi. Suporter terkadang abai dengan beberapa aspek penting yang sifatnya tidak terasa langsung di papan klasemen. Infrastruktur dan akademi klub misalnya, kedua hal penting yang harus diperhatikan oleh suporter agar mengetahui sejuah mana PSIM berproses.  

Mengkritik penampilan tim karena gagal menang tentu perlu. Tetapi, mempertanyakan proses pembinaan pemain muda melalui akademi klub juga tidak kalah penting. Suporter harus benar-benar tahu kekurangan klub sebelum mereka berharap pada gelar juara. 

Pada akhirnya bung dan nona harus percaya, bahwa papan klasemen itu bohong belaka. Ia tidak peduli dengan kerja keras serta proses panjang sebuah klub untuk berprestasi. Papan klasemen hanya melihat tragedi dan kemenangan dengan angka. Jangan silau.


TAG: Psim Yogyakarta Liga 2 Seto Nurdiantoro Laskar Mataram






BACA LAINNYA




LAPAK


BERITA POPULER


1

Dari DM Instagram, Terungkap Kualitas Vlado Sebagai Pelatih

2

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto

3

Filosofi Sepakbola Indonesia Adalah Pertala

4

Omelan Bang Ben dan Intensitas Permainan Timnas yang Buruk

5

Formasi WM dan Perkembangannya

LEGENDA HARI INI


Card image cap
05 March

Pada tanggal 5 Maret 1870, London menjadi tuan rumah pertandingan internasional pertama di dunia, dengan mempertemukan Timnas Inggris menghadapi sekelompok pemain Skotlandia yang berbasis di London. Pertadningan Itu berakhir imbang 1-1.


IKUTI KAMI