REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Menagih Janji Solskjaer Kepada Donny van De Beek


Hamdani M pada 2021-01-11 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Donny van De Beek datang ke United bukan sebagai anak muda biasa. Dengan harga sebesar 40 juta Euro, dia pantas untuk dianggap sebagai bintang. Bukan lagi sekadar calon. Dia dinilai sama spesialnya dengan rekannya yang telah meninggalkan Ajax sebelumnya, Frankie De Jong dan Matthijs De Ligt. Nyanyian fans Ajax di jalanan saat melepas van De Beek  dan segala prestasi yang ia raih saat masih berada di sana adalah dalil absah dalam mengukur terangnya bintang van De Beek.

Semua catatan apiknya kemudian memantik banyak fan bola menaruh harapan pada masa depannya di Old Trafford. Dia digadang-gadang akan menjadi fondasi kuat dalam serangan United di lini tengah. Namun ternyata hasilnya lain. Di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer, sinarnya bukan semakin terang, malah sebaliknya, redup. Desas-desus bahwa ia akan segera angkat kaki dari Old Trafford pun berhembus semakin kencang.

Musim ini ia tercatat hanya bermain  sebanyak sepuluh kali dalam 16 kesempatan bermain di Liga Premier Inggris yang dimiliki United. Dari sepuluh pertandingan, ia hanya mendapatkan dua kali kesempatan bermain sejak awal laga. Satu kali diantaranya ia habiskan dalam waktu 90 menit, saat United menghadapi Southampton. Secara keseluruhan (sebelum melawan Watford di Piala FA), dia hanya tercatat 20 kali bermain. Dia seringkali hanya dimainkan untuk pertandingan kelas dua yang dijalankan oleh United, Piala FA dan Piala Liga Inggris.

Tidak masuknya van De Beek dalam skuat utama Manchester United kemudian mendapat berbagai sorotan. Beberapa kritik datang untuk Solskjaer. Termasuk saran kepada van De Beek agar ia segera meninggalkan United. Ini penting baginya agar tetap mendapatkan menit bermain dan menjaga kesempatannya bermain untuk Timnas Belanda di Piala Eropa.

Salah satu saran untuk van De Beek datang dari legenda Belanda, Ronald De Boer. Dia menyarankan agar van De Beek segera menyatakan ingin meninggalkan United untuk pindah ke klub lain. Saran De Boer bukan tanpa alasan. Pernyataan sikap semacam ini dinilai akan memberi tekanan pada pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer. Memberinya waktu bermain, atau melepaskan van De Beek ke klub lain. De Boer tentu tak ingin melihat van De Beek kehilangan tempat di tim utama Timnas Belanda untuk Piala Eropa.

Sementara itu mantan penyerang United, Dimitar Berbatov juga mengkritik Solskjaer karena kurangnya kesempatan bermain yang dia berikan kepada van De beek. “Dia membutuhkan serangkaian pertandingan berturut-turut untuk memberinya kepercayaan diri.

Saya dapat melihat bahwa kepercayaan dirinya saat ini tidak tinggi, dan itu normal karena ketika Anda tidak bermain, Anda mulai menghukum diri sendiri dan mengajukan pertanyaan tentang diri Anda sendiri,” kata Berbatov.

Kekhawatiran Berbatov ini bukan tanpa alasan. Van De Beek selama ini dikenal sebagai pemain yang pendiam. Ada kecurigaan bahwa dia cukup minder berada di antara skuat United yang glamor. Yang datang ke Old Trafford untuk menikmati fasilitas sebagai pemain bintang. Dia bukan karakter seperti itu. Dia datang ke Old Trafford untuk bermain bola. karena itu, ketika ia gagal mendapatkan apa yang menjadi keinginannya, ia dikhawatirkan semakin merasa minder, tertekan. Yang ditakutkan, bakatnya bermain sepakbola akan berakhir sia-sia.

Solskjaer boleh menganggapnya masih muda. Namun catatannya bersama Ajax telah memberitahu kita informasi yang berbeda tentang dia. Donny van De Beek sudah layak untuk masuk dalam kategori bintang. Selama berada di Ajax, dia adalah bagian penting dari strategi yang dibangun oleh Erik Ten Hag.

Permainan satu-duanya bersama Frenkie De Jong pernah membantu Ajax menyuguhkan permainan menawan nan menghibur. Pada musim itu van De Beek juga tercatat mampu mengantarkan Ajax hampir meraih treble winner sebelum akhirnya secara tragis dibalikkan nasib mereka oleh gol Lucas Moura pada fase semifinal Liga Champion. 

Di musim terakhirnya bersama Ajax (2019/2020), ia berhasil mencatatkan 23 kali penampilan. Hanya satu diantaranya yang dimulai dari bangku cadangan. Di sana, ia juga hampir selalu memainkan pertandingan secara penuh. Rata-rata ia menghabiskan waktu 80 menit di lapangan pada setiap pertandingan yang ia jalani di Eredivisie. Delapan gol dan lima assistnya juga turut melengkapi penampilan di musim terakhirnya bersama Ajax. 

Catatan gemilang ini yang ia bawa ke Manchester United. Di Manchester United, permainan van De Beek sebenarnya juga tidak terlalu buruk. Dalam pertandingan yang ia jalani secara penuh melawan Southampton, ia mencatatkan 38 kali umpan sukses dari 46 kali percobaan. Akurasi umpannya mencapai 83 persen. Belum terlalu baik memang, namun pencapaian ini bukan berarti tidak bisa berkembang jadi lebih baik lagi andai Solskjaer lebih kerap memberi ia jam bermain.

Tapi Solskjaer memilih jalan lain. Ia merasa belum saatnya memainkan van De Beek secara reguler. Formasi pemain di tim utama United dirasa Solskjaer sudah terbangun dengan baik. Ia kurang berani bertaruh dengan memasang van De beek terlalu sering. Baginya, pemain baru tidak harus langsung bisa menyatu dengan komposisi pemain yang ada saat ini. Pemain baru ia sebut memiliki masa adaptasi yang berbeda. Ada yang bisa cepat beradaptasi ada yang butuh lama beradaptasi.

Atas apa yang terjadi pada van De Beek, Solskjaer memberi penilaian tersendiri. Dia adalah pemain yang butuh masa adaptasi sedikit lebih lama. “Beberapa pemain bisa langsung masuk ke dalam tim seakan mereka tidak pernah terpisah dengan klub. Sementara beberapa lainnya mungkin membutuhkan sedikit tambahan waktu untuk bisa beradaptasi. Hal itu hanya masalah keadaan yang berbeda," ungkapnya saat memberi penilaian tentang kondisi van De Beek.

Argumentasi tentang masa adaptasi ini yang membuat Solskjaer menahan van De Beek. Dia tidak ingin kehilangan pemain muda berbakat itu. Dia selalu meyakinkan bahwa kasus van De Beek hanyalah soal waktu adaptasi. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan van De Beek dan meyakinkan kepadanya bahwa semua ini hanyalah soal waktu. Ada ketakutan tersendiri dalam diri Solskjaer.

Ia seperti tahu betul bagaimana kapasitas van De Beek di lapangan tengah. Karena itulah ia seringkali bersembunyi dibalik kata adaptasi setiap kali dituntut untuk memberi waktu lebih pada pemuda asal Belanda tersebut.

Janji Solskjaer untuk memberi waktu bermain kepada van De Beek ia buktikan dengan memasukkan namanya ke dalam daftar line up pemain MU saat melawan Watford pada lanjutan Piala FA. Dalam pertandingan itu, van De Beek mendapat kesempatan bermain 90 menit. 

Pada pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan United itu van De Beek masih belum bisa menunjukkan kualitas permainannya yang atraktif seperti yang biasa ia tunjukkan bersama Ajax. Karena memang pemain seperti dia butuh teman yang pas untuk mengeluarkan kemampuan satu dua sentuhan terbaiknya. Meski demikian, statistiknya melawan Watford tidak bisa dibilang mengecewakan. Dia mencatatkan akurasi umpan sukses yang menyentuh 95 persen. Dua kali drible sukses dan 89 kali sentuhan di kotak penalti lawan.

Sulit untuk menyebut pertandingan melawan Watford sebagai jatah bermain yang adil bagi van De Beek. Ia memang bermain sejak menit pertama. Lawan yang dihadapi juga tim dari kasta tertinggi di Inggris. Hanya saja Masalahnya, dia tidak bermain dengan skuat terbaik United. Dia juga hanya bermain dengan pemain kelas dua United.

Jika Solskjaer terus menaruhnya sejajar dengan pemain kelas dua United, bukan salah dia untuk pergi. Tidak ada pemain dengan masa depan cerah yang ingin dianggap sebagai pilihan kedua. Didudukkan di bangku cadangan sepanjang pertandingan, lalu hanya diberi janji, hingga saatnya nanti. Terkutuklah Solskjaer atas segala janji yang ia sampaikan pada Donny van De Beek. 


TAG: Manchester United Donny Van De Beek Ajax Amsterdam






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI