REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Mengeluah Soal VAR Bentuk Frustasi dari Harry Harry Maguire


Hamdani M pada 2021-02-16 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Memasuki pekan ke 24, Manchester United melawat ke The Hawthorns, kandang West Bromwich Albion. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer wajib meraih poin penuh, demi mengejar Manchester City yang semakin nyaman berada di puncak. Berhasil mengandaskan perlawanan Tottenham di Stadion Etihad membuat City Unggul delapan poin dari United. Hasil yang membuat United dalam tekanan.

Dalam pertandingan yang seharusnya dimenangkan oleh United itu ternyata berjalan tidak sebaik yang diharapkan Setan Merah. Belum genap lima menit pertandingan berjalan, De Gea harus memungut bola dari gawangnya. Gol dari Mbaye Diagne membawa West Brom unggul. MU sempat menyamakan kedudukan di akhir babak pertama melalui Bruno Fernandes. Pasukan United yang musim ini akrab dengan come back, gagal menampilkan sihirnya malam itu. Mereka tidak bisa mencetak gol tambahan di babak kedua. Pertandingan berakhir dengan hasil sama kuat, 1-1. 

Segalanya mungkin akan berubah seandainya insiden Harry Maguire yang dijatuhkan oleh Semi Ajayi di kotak penalti West Brom tidak digagalkan oleh VAR. Di menit 61 Craig Pawson yang memimpin pertandingan menunjuk titik putih. Penalti untuk United. Namun keputusan itu segera dievaluasi. Dari video yang ditayangkan melalui VAR, Pawson mengubah keputusannya. Hadiah penalti untuk United dicabut. skor masih bertahan sama kuat, yang kemudian bertahan hingga akhir pertandingan.

Hasil yang mengecewakan bagi United ini membuat Harry Maguire angkat bicara. Dia memprotes keputusan wasit yang dianggapnya merugikan tim. “Saya yakin itu seharusnya penalti. Saya tidak tahu mengapa wasit meninjau ulang keputusannya (lalu melihat VAR),” kata kapten United itu. Dia merasa bahwa VAR telah merugikan United. Penalti yang seharusnya didapat United, harus dibatalkan gara-gara VAR. Lebih jauh, ia mengaku United kerap dirugikan oleh keputusan akibat VAR.

Sekilas, pernyataan Harry ini benar. Dalam pertandingan melawan West Brom, VAR telah membatalkan penalti yang didapat United. Tapi apakah benar VAR banyak menggagalkan penalti yang seharusnya didapat United?

Untuk mengukur apakah dalam hal penalti United sering dirugikan, kita perlu mengujinya pada statistik penalti di Liga Premier Inggris. Sejak VAR digunakan di kompetisi Liga Premier Inggris musim 2019/2020 hingga berakhirnya pekan ke 16 musim ini, United telah mendapat 20 kali penalti. Mereka menjadi yang tertinggi di antara semua kontestan. Tempat kedua ada Leicester yang mendapat hadiah 17 kali penalti. Sementara Manchester City dan Chelsea berada di posisi ketiga dan keempat dengan masing-masing 14 dan 12 penalti.

Dari catatan ini, Harry sepertinya harus segera menarik kembali ucapannya. Klaim penalti United yang ia sebut kerap digagalkan VAR nyatanya tidak terbukti. Sejak musim lalu, di antara semua klub, Setan Merah adalah yang paling produktif dalam menciptakan penalti. Dan sebagian adalah hasil bantuan dari VAR.

Lebih jauh, VAR juga telah berpengaruh pada tujuh keputusan yang menguntungkan bagi United musim ini. Catatan ini menjadi yang terbanyak di antara enam klub The Big Six. Chelsea dan Liverpool menyusul dengan lima keuntungan dari keputusan VAR. Sementara City dan Tottenham masing-masing hanya diuntungkan empat dan tiga kali oleh VAR.

Salah satu keputusan VAR yang menguntungkan United tersebut adalah saat mereka menyamai rekor klub soal mencetak sembilan gol dalam satu laga. Hal itu terjadi saat United menghadapi Southampton. Kemenangan telak United atas tamunya itu salah satunya disebabkan oleh keputusan VAR yang menguntungkan United. Video VAR telah memengaruhi Mike Dean, wasit yang memimpin pertandingan tersebut untuk menghadiahi penalti buat United. Juga kartu merah untuk pemain belakang Southampton, Jan Bednarek. Catatan clean sheet United juga diwarnai dengan pengaruh VAR. Saat Southampton mencetak gol ke gawang yang dijaga De Gea, VAR datang untuk menganulirnya. Padahal mungkin saja keadaan tidak akan seburuk itu jika saja Southampton mampu mencetak gol.  

Dengan semua keuntungan yang diterima oleh United akibat adanya VAR, konyol apabila Harry sampai menyebut timnya dirugikan VAR. Harry boleh saja protes akan keputusan VAR yang tidak jadi memberi penalti kepadanya saat menghadapi West Brom, namun melihat VAR per satu pertandingan yang dijalani oleh United tentu tidak adil. Toh nyatanya dalam 24 pertandingan yang telah dijalani oleh United di Liga Premier Inggris musim ini, mereka masih menjadi yang teratas soal keuntungan yang dihasilkan VAR.

Jika mau jujur, kritik Harry sebenarnya hanyalah pelarian atas rasa frustasinya. Klub sedang berpacu di garis terdepan untuk merebutkan gelar juara, dan dia tersandung oleh klub zona degradasi. Hasil buruk yang tidak mau diakui oleh Harry. Dia menolak untuk bertanggung jawab atas hasil buruk ini. Keadaan yang tidak diinginkan oleh klub itu kemudian menuntutnya untuk menemukan kambing hitam. VAR, dan penalti yang gagal didapat adalah kambing hitam tersebut.

Bukan VAR yang seharusnya dipermasalahkan oleh United. Ketidakmampuan mereka meraih poin penuh atas West Brom lebih disebabkan oleh masalah yang ada pada kesebelasan mereka sendiri. Mereka gagal menembus lini pertahanan West Brom yang bermain rapi. Kekuatan lini bertahan West Brom salah satunya terletak pada penjaga gawang mereka. Dari tujuh tendangan United yang tepat sasaran, hanya satu yang diizinkan Johnstone, penjaga gawang West Brom lolos dari penjagaannya. Aksi gemilang Johnstone inilah yang berakibat rasa kesal dari beberapa punggawa United. Yang sekaligus penegasan bahwa United sedang tidak baik-baik saja. Dalam tujuh pertandingan terakhir, mereka hanya mampu mengumpulkan sepuluh poin. Bukan catatan yang baik untuk klub yang sedang bersaing memperebutkan gelar.

Jika mau bersikap jujur, semestinya Harry belajar dari Solskjaer. Dia mengakui bahwa sebenarnya United tidak pantas menang dengan performa yang seperti itu. Katanya, “kami tidak layak menang. Untuk memenangkan pertandingan, kalian harus melakukan banyak usaha dan kami tidak melakukannya dengan cukup baik.” Solskjaer mengakui. Faktor utama kegagalan timnya pada malam itu adalah kurang maksimalnya lini serang mereka. Bukan akibat VAR, seperti klaim Harry. 

Sadar bahwa United sedang tidak baik-baik saja, tak membuat Solskjaer menyerah. Dia tak ingin melihat rival mereka, Manchester City, berlari sendiri. Selisih tujuh poin dari City memang bukan hal yang mudah untuk dikejar. Tapi menyerah dalam perebutan gelar ketika kompetisi masih berjalan 24 pekan juga bukan hal yang bijak. Dan untuk semua perjuangan United yang belum berakhir ini, Harry semestinya tidak bersikap cengeng.


TAG: Harry Maguire Manchester United Premier League






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI