REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Momen-Momen Penting di Balik Suksesnya Liverpool Musim 2019-2020


M Bimo pada 2020-06-26 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Usai penantian 30 tahun, akhirnya, Liverpool resmi menyandang gelar juara Liga Inggris musim 2019-2020. Hasil ini didapat bahkan tanpa berkeringat sama sekali. Sebab, pesaing utama mereka, Manchester City, kalah ketika bertandang ke Stamford Bridge guna menghadapi Chelsea pada Jumat (26/5). Sementara The Reds dua hari sebelumnya sukses membantai Crystal Palace 4-0.

Ini adalah raihan penting bagi The Reds. Oleh karena berbagai kejuaraan pernah mereka menangi dari mulai FA Cup, Liga Champions sampai Piala Dunia Antarklub. Namun, baru kali ini mereka berhasil juara semenjak Liga Utama Inggris berganti menjadi Premier League 28 tahun silam. Liverpool terakhir kali juara liga domestik ketika masih liga masih berformat Liga Utama Inggris pada 1990.

Hasil ini jadi capaian luar biasa bagi pasukan merah dan Juergen Klopp. Sejak datang ke Anfield pada 2015, pelatih asal Jerman ini berhasil membangkitkan permainan Liverpool dari musim ke musim. Setidaknya, ada beberapa momen penting yang telah mereka lewati di balik kesuksesan Liverpool musim ini.

Kesuksesan ini mulai terasa sejak Desember 2019, di mana saat itu mereka menguasai sepak bola dunia. Setelah nyaris juara Premier League pada musim 2018-2019, Liverpool menatap awal musim 2019-2020 dengan sangat meyakinkan. Sejak musim digulirkan pada Agustus 2019, tim berjuluk The Reds ini selalu melibas lawannya baik dalam pertandingan kandang maupun tandang.

Tren positif itu bertahan hingga bulan Desember. Menyongsong akhir tahun 2019, Liverpool menempati posisi puncak hingga matchday ke-14. The Reds mengumpulkan 40 poin dengan catatan 13 kali kemenangan dan satu kali hasil imbang. Di belakangnya mengikuti Leicester City (32 poin), Manchester City (29 poin), Chelsea (26 poin) dan Tottenham Hotspurs (20 poin).

Tak hanya superior di kompetisi lokal, The Reds juga menunjukkan kedigdayaannya di Liga Champions. Pada 10 Desember, mereka kebagian jatah untuk bertandang ke Austria guna menghadapi Red Bull Salzburg. Ini adalah pertandingan terakhir di Grup E dan Liverpool membawa pulang tiga poin dari pertandingan tersebut.

Liverpool mengakhiri fase grup dengan cukup meyakinkan. Dari enam laga yang dilewati, The Reds mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang dan satu kalah. Dengan hasil itu, Liverpool menjadi juara Grup E dengan 13 poin. Mereka lolos bareng Napoli yang ada di peringkat dua dengan mengemas 12 poin.

Kembali ke Inggris, Liverpool harus bersiap menghadapi Watford di Anfield empat hari setelahnya. Pada laga itu, Mo Salah memborong dua gol dalam laga yang berakhir 2-0 tersebut. Laga ini semakin mengokohkan pasukan merah di puncak klasemen Liga Inggris.

Laga selanjutnya Liverpool mengalami kekalahan telak, yakni 0-5 dari Aston Villa. Namun itu terjadi bukan di pertandingan Premier League, melainkan di laga delapan besar EFL Cup.

Saat itu, delapan belas pemain Liverpool yang dibawa bertandang ke Villa Park semuanya merupakan pemain U23. Pada pertandingan itu, The Reds juga didampingi oleh pelatih U23 mereka yakni Neil Critchley. Hal ini disebabkan karena seluruh pemain inti Liverpool harus bersiap menuju Qatar untuk menghadapi CF Monterey di Piala Dunia Antarklub.

Pada laga melawan CF Monterey, Liverpool menang secara dramatis. Roberto Firmino datang sebagai penyelamat dari bangku cadangan usai mencetak gol di menit ke-90. Gol Firmino ini membuat Liverpool menang dengan skor 2-1 dan melaju ke babak final.

Bisa dibilang, Desember 2019 menjadi bulan paling sibuk buat The Reds. Jika biasanya mereka dalam sebulan dapat menjalani enam laga, di bulan ini Juergen Klopp dan anak asuhnya harus memainkan sembilan laga. Itu termasuk dua pertandingan Piala Dunia Antarklub, satu pertandingan Liga Champions dan satu pertandingan EFL Cup.

Meski demikian, faktor tersebut tak membuat Mo Salah dan kawan-kawan berhenti berlari. Pada laga final Piala Dunia Antarklub, The Reds bersua dengan wakil kuat asal Brasil, Flamengo. Bahkan laga tersebut harus dimainkan sampai babak tambahan sebab skor berakhir sama kuat 0-0 usai waktu normal. Lagi-lagi Firmino secara dramatis menjadi penyelamat Liverpool berkat golnya pada menit ke-99.

Gol itu membuat Liverpool berhasil merayakan juara dunia di Qatar dan membawa pulang trofinya ke Inggris. Setelah menguasai Eropa pada musim sebelumnya, kini Liverpool menguasai kompetisi sepak bola dunia. Ini merupakan sejarah baru bagi Liverpool yang baru pertama kali meraih gelar juara dunia tersebut.

Liverpool menutup tahun 2019 dengan cukup sempurna. Melibas habis delapan pertandingan tanpa kekalahan plus dapat trofi juara Piala Dunia Antarklub. Sampai matchday 20 yakni akhir Desember 2020, The Reds masih bertengger di puncak klasemen dengan raihan 58 poin.

Awal 2020 menjadi momen yang kurang baik bagi seluruh umat manusia di dunia. Berawal dari munculnya virus corona atau Covid-19 di Wuhan, China yang persebarannya sangat masif dan cepat. Virus ini kemudian dengan cepat pula menyebar ke seluruh dunia dan menjadi pandemik.

Sejak awal kemunculannya, virus ini memang cukup mengguncang Eropa. Terutama Inggris yang juga kena dampak cukup parah. Namun sejak Januari hingga Februari, Premier League masih berjalan seperti biasa. Meski akhirnya menjelang Maret, desas-desus liga akan diberhentikan mulai mencuat.

Padahal ini adalah musim, yang bisa dibilang, hampir sempurna untuk Liverpool. Mereka tak tergoyahkan dari puncak klasemen sejak awal musim 2019-2020. Rekor demi rekor pun berpeluang mereka ciptakan seperti peluang finis dengan poin terbanyak dalam satu musim, sampai invicible alias tak terkalahkan dalam semusim.

Namun peluang rekor yang terakhir disebut berhasil dipatahkan oleh Watford. Pada matchday ke-28, Februari 2020, Liverpool harus menahan pil pahit setelah bertandang ke Vicarage Road. Padahal saat itu Juergen Kloop menurunkan pemain-pemain utama seperti Mo Salah, Sadio Mane, Wijnaldum hingga Virgil van Dijk.

Namun faktanya, Liverpool harus kebobolan tiga gol dan tanpa bisa membalas. Ini adalah kekalahan pertama mereka sepanjang musim 2019-2020.  Untungnya, kekalahan atas Watford itu tidak terjadi di Anfield. Sebab hingga pekan ke-28, Liverpool belum pernah terkalahkan sama sekali di kandang. Bahkan tren positif itu mereka lanjutkan pada pekan ke-29 saat menghadapi Bournemouth. Pertandingan ini adalah pertandingan kedua di bulan Maret. Sekaligus jadi pertandingan terakhir Liverpool di Premier League sebelum akhirnya ditunda.

Berkat hasil ini, pasukan Juergen Klopp mampu mempertahankan rekor kemenangan tanpa kalah di Anfield sebanyak 22 pertandingan. Tak cuma itu, raihan tersebut memecahkan rekor tak terkalahkan Liverpool di Anfield yang sebelumnya sebanyak 21 laga.

Sebelum sepak bola benar-benar berhenti, Liverpool sempat bermain di ajang Liga Champions melawan Atletico Madrid. Namun usaha mereka untuk mempertahankan gelar juara harus terhenti di babak 16 besar. Pada pertandingan itu, secara dramatis Atletico mampu mengalahkan The Reds di Anfield dengan skor 3-2. Sebelumnya di Spanyol, Atletico juga mampu menang 1-0 dari Liverpool.

Dengan hasil ini, kisah juara bertahan Liga Champions yang terhenti di babak 16 besar terus berlanjut. Sebelumnya, Real Madrid juga pernah mengalami hal serupa seperti Liverpool.

Namun sayangnya, itu adalah pertandingan terakhir Liverpool di semua ajang sepak bola. Sebelum akhirnya sepak bola benar-benar bagai mati gara-gara pandemik. Liverpool menutup jeda dengan kurang baik. Akhirnya Premier League pun mulai ditunda mulai dari Maret hingga Juni.

Selain rekor yang disebutkan di atas, Liverpool juga sukses menyabet rekor-rekor lainnya. Salah satunya adalah mereka memecahkan rekor sebagai klub yang memastikan gelar juara tercepat di Premier League. Sementara musim ini masih menyisakan sekitar tujuh pertandingan lagi.

Liverpool melampaui catatan yang terakhir kali dipegang bersama oleh Manchester United dan Manchester City. MU juara musim 2000-2001 dengan sisa lima pertandingan. Jumlah sisa pertandingan yang sama ketika City meraih juara pada musim 2017-2018. 

Tak cuma itu, pasukan The Reds juga berpeluang menorehkan rekor dengan total raihan poin terbanyak dalam satu musim. Saat ini, rekor tersebut dipegang oleh The Citizens dengan koleksi 100 poin pada musim 2017-2018.

Tujuh pertandingan tersisa membuat Liverpool berpeluan menambah angka maksimal sebanyak 21 poin. Jika bisa mengamankan 15 poin saja, Mo Salah dan kawan-kawan sudah berhasil memecahkan rekor Manchester City tersebut. Sebab, Liverpool kini sudah mengemas 86 poin.

Liverpool juga berpeluang mengakhiri musim dengan jarak poin tertinggi dalam satu musim. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh City pada musim 2017-2018 dengan jarak sebanyak 19 poin. Kini Liverpool berjarak 23 poin dari City. Jika jarak ini dapat mereka pertahankan hingga akhir musim, tentu saja mereka bisa memecahkan rekor yang dipegang Manchester biru itu.

Satu lagi rekor yang menanti untuk dipecahkan ialah menyapu bersih kemenangan kandang selama satu musim. Sejauh ini, belum ada klub Premier League yang bisa meraih rekor tersebut. Klub yang hampir memecah rekor tersebut adalah Chelsea (musim 2005-2006), MU (musim 2010-2011) dan Manchester City (musim 2011-2012) dan 2018-2019) hanya menang 18 dari 19 kandangnya.

Nah, hingga Juni ini, skuat asuhan Juergen Klopp belum pernah merasakan kekalahan di Anfield sepanjang musim Premier League. Kemenangan terakhir mereka bukukan setelah melibas Crystal Palace 4-0 pada Rabu (24/5). Sementara di sisa musim, Liverpool masih harus tiga pertandingan kandang sisa melawan Aston Villa, Burnley dan Chelsea.

Capaian yang luar biasa bagi Liverpool musim ini. Jika dilihat dari catatan dan fakta sepanjang musim ini mulai dari baru kalah satu kali, tak pernah kalah di kandang dan memiliki jarak 23 poin dari pesaingnya di peringkat dua, Liverpool sangat layak mengangkat trofi juara Premier League musim ini.

Selamat Liverpool!


TAG: Liverpool Liverpool Juara Liga Inggris






BACA LAINNYA




LAPAK


BERITA POPULER


1

Dari DM Instagram, Terungkap Kualitas Vlado Sebagai Pelatih

2

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto

3

Filosofi Sepakbola Indonesia Adalah Pertala

4

Omelan Bang Ben dan Intensitas Permainan Timnas yang Buruk

5

Formasi WM dan Perkembangannya

LEGENDA HARI INI


Card image cap
05 March

Pada tanggal 5 Maret 1870, London menjadi tuan rumah pertandingan internasional pertama di dunia, dengan mempertemukan Timnas Inggris menghadapi sekelompok pemain Skotlandia yang berbasis di London. Pertadningan Itu berakhir imbang 1-1.


IKUTI KAMI