REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Noda Inter Milan di Laga Derbi Della Madonnina


Hamdani M pada 2021-02-19 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Derbi Della Madonnina yang mempertemukan Inter Milan melawan AC Milan selalu berlangsung sengit, panas, dan ketat. Karena sengitnya persaingan dalam laga derbi, skor yang mereka dapatkan juga sering tak berselisih jauh. Yang penting menang. Demi harga diri derbi. Itulah mengapa derbi yang mempertemukan dua saudara sekota yang tak pernah akur ini selalu meninggalkan kesan yang mendalam di hati masing-masing pendukung. Entah sebagai kelompok yang bangga dengan hasil pertemuan mereka atau justru sebaliknya, merasa malu, marah. 

Dari berbagai laga Derbi Della Madonnina yang telah dijalani, laga yang berlangsung pada 11 Mei 2001 menjadi salah satu yang akan dikenang oleh masing-masing pendukung. Laga itu adalah derbi yang tak terasa biasa. Aroma pertarungan sengit antara keduanya memang ada, namun tidak untuk hasil akhirnya. Kebanggaan bagi AC Milan, aib bagi Inter. Laga tersebut berakhir dengan skor 6-0 untuk kemenangan klub merah hitam.

Inter Milan masa itu bukanlah klub yang lemah. Mereka memiliki duet Christian Vieri dan Alvaro Recoba di depan. Bersama dengan dua bintang sepakbola itu ada nama Hakan Sukur. Tak cukup di situ, Inter juga memiliki lini belakang yang diisi oleh Laurent Blanc dan Dario Simic. Javier Zanetti dan Clarence Seedorf juga terdaftar sebagai bagian dari  skuat Nerazzurri masa itu.

Di saat yang sama, Rossoneri sebenarnya juga tidak sedang dalam keadaan yang baik-baik saja. Musim itu bisa dibilang berantakan bagi AC Milan. Presiden klub, Silvio Berlusconi sedang sibuk mempersiapkan diri untuk maju dalam pencalonan perdana menteri. Kacaunya AC Milan dalam lapangan berdampak pada pemecatan pelatih mereka, Alberto Zaccheroni. Pemecatan yang terjadi kurang dari dua bulan sebelum derbi ini berlangsung. 

Satu hal yang cukup mengejutkan dari pertandingan itu adalah munculnya nama Gianni Comandini. Sebelumnya, Comandini bukanlah nama yang mendapat perhatian lebih. Prestasinya tak bagus-bagus amat. Catatan kariernya yang tak bagus-bagus amat di AC Milan tercermin dalam rentang kariernya di AC Milan yang hanya bertahan satu musim. Total golnya di Serie A juga tidak mentereng. Hanya 13 gol. Hanya tiga yang ia persembahkan untuk AC Milan. Tapi terlepas dari semua catatan kurang mengesankan yang digoreskan Comandini, ia adalah pemain yang mengejutkan banyak pihak di derbi Della Madonnina musim 2000/2001 itu. Dua dari tiga golnya untuk AC Milan dipersembahkan malam itu.

Dua gol Comandini di dua puluh menit pertama babak pertama pertandingan telah mengubah sejarah derbi terpanas di Italia ini. Memanfaatkan assist dari Serginho, dia berhasil memperdayai penjaga gawang Inter, Sebastian Frey. Dua golnya berasal dari umpan matang Serginho. "Saya ingat dua gol melawan Inter. Saya bermain untuk AC Milan hanya satu tahun, tetapi saya dapat mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang tak terlupakan," kenang Comandini. Dua gol yang membunuh mental anak asuh Marco Tardelli. Di menit-menit selanjutnya, pertandingan berjalan menarik bagi Milanisti, menyebalkan bagi Interisti.

Sihir Serginho Pada Derbi Della Madonnina

Derbi itu menjadi panggung teater bagi Serginho. Sihirnya di lini tengah AC Milan semakin menegaskan kecongkakan anak buah Silvio Berlusconi. Pemain asal Brasil ini berhasil menyumbang tiga assist dan satu gol yang menutup pesta AC Milan malam itu.

Sihir Serginho dimulai saat pertandingan baru berjalan seukuran satu nyanyian. Pergerakan cantiknya di sisi sayap AC Milan ia lengkapi dengan umpan manis pada Comandini. Peluang itu tak disia-siakan. AC Milan unggul satu. Start bagus Serginho itu berlanjut. Ia kembali mengirim assist kepada Comandini untuk membuat AC Milan unggul dua gol. Babak pertama berakhir dengan keunggulan dua gol AC Milan atas Inter. Ruang ganti Inter bergolak. Tapi mereka masih punya kesempatan untuk memperbaiki semuanya di babak kedua.

Di Babak kedua pertandingan berjalan lebih baik lagi bagi AC Milan. Setelah Federico Giunti melesatkan gol melalui tendangan bebasnya di menit 54, Inter semakin kacau. Kekacauan di dalam permainan Inter dimanfaatkan dengan baik oleh Serginho untuk memamerkan sihirnya. Ia semakin fokus di depan. Menyerang pertahanan lawan.

Pilihan Serginho untuk fokus pada penyerangan ini tak lepas dari nasehat yang diberikan oleh Cesare Maldini. Pelatih sementara yang ditunjuk oleh manajemen AC Milan menggantikan Alberto Zaccheroni yang dipecat pada Maret 2001. “Sebelum pertandingan, Cesare Maldini menyuruh saya menyerang, dan hanya menyerang, saya ingin melihat Anda bermain hanya di wilayah lawan,” demikian Serginho menirukan nasehat Cesare tersebut.

Permainan Serginho yang terlalu berada di depan ini sempat mendapat protes dari rekannya di lapangan yang juga anak Cesare Maldini, Paolo Maldini. Sebagai penjaga pertahanan, Paolo mengingatkan Serginho untuk juga membantu pertahanan. Dengan segera Serginho membantah, “kau harus berbicara dengan ayahmu, dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak ingin melihat saya di setengah wilayah sendiri."

Permainan Serginho yang fokus di depan membuat permainannya semakin menjadi-jadi. Andriy Shevchenko yang ditaruh sebagai ujung tombak turut menikmati umpan matang Serginho. Menit 66 Shevchenko membawa AC Milan kian perkasa, 4-0. Tiga assist tercatat menjadi milik Serginho.

Mencatat tiga assist nampaknya tak membuat Serginho puas. Setelah Shevchenko mencetak gol keduanya, Serginho mengakhiri laga itu dengan pergerakan yang memukau. Melewati hadangan dua pemain Inter, Serginho segera melepaskan tendangan yang semakin menyiksa batin Interisti. 6-0 untuk kemenangan AC Milan. Usai pertandingan, Maldini mengaku tak kaget dengan penampilan Serginho yang memukau. "Tidak ada yang baru dalam performa (Serginho) itu bagi saya. Saya selalu tahu apa yang dia mampu dan selalu yakin bahwa dia bisa menghasilkan permainan seperti itu," katanya.

Interisti histeris. Mereka menangis tak percaya, laga derbi malam itu akan berakhir menyakitkan. Sangat menyakitkan. "Saya sangat senang ketika mencetak gol dan kami menang 6-0. Tetapi pada waktu yang sama saya menyesal. 70 persen orang di stadion adalah fan Inter Milan dan saya melihat mereka sangat sedih, beberapa menangis," kata Serginho tentang moment malam itu.

Semua telah terjadi. Skor 6-0 akan selalu dikenang. Hasil akhir yang sepertinya telah diramalkan oleh Curva Sud melalui koreografi yang mereka tampilkan sesaat sebelum pertandingan malam itu. Il Diavolo, yang menjadi lambang AC Milan digambarkan mencekik ular berwarna biru hitam, lambang Inter. Setelah pertandingan, semua terbukti. Sang ular terkapar di tangan Il Diavolo. Hari yang akan selalu dikenang oleh Interisti sebagai aib sejarah.


TAG: Derby Milan Ac Milan Inter Milan Serie A Derby Della Madonnina






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI