REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Panenka, Teknik Penalti Penguji Mental


M Bimo pada 2021-07-21 jam 12:00 PM


Gantigol/Aldito Ilham


Gelaran Euro 2020 kemarin meninggalkan kebahagiaan untuk pendukung Italia dan kenangan pahit untuk suporter Inggris. Tapi pada akhirnya, kini mereka yang senang dan sedih mulai melupakan itu dan fokus kepada pergerakan jendela transfer di klub masing-masing.

Tapi ada cerita tertinggal yang mungkin lupa dibahas ketika memperbincangkan soal gelaran Euro. Yaitu lahirnya teknik penalti yang bisa dibilang terbaik sepanjang masa yakni panenka. Ya, tendangan yang butuh keyakinan seribu kali untuk melakukannya apalagi di momen penting itu terlahir pada kompetisi Eropa tersebut.

Tepatnya pada Euro 1976, di mana saat itu pesertanya masih hanya empat negara saja yaitu Republik Ceko, Belanda, Jerman Barat, dan Yugoslavia sebagai tuan rumah. Ekspektasi yang berkembang tentu tertuju pada Jerman Barat dan Belanda yang pada saat itu merupakan dua tim Eropa paling jago sepakbolanya. Tapi siapa sangka, justru Ceko yang berhasil menumbangkan Belanda dan berhadapan dengan Jerman Barat di babak final.

Di final itu lah sejarah tercatat. Antonin Panenka, seorang gelandang timnas Ceko asal tim Bohemians Praha mencetak gol penalti dengan teknik yang belum pernah banyak orang lihat. 

Pada 1976, Ceko merupakan timnas yang cukup kuat saat itu. Mereka bahkan mampu unggul dua gol dari Jerman sebelum akhirnya kedudukan disamakan di menit-menit akhir. Euro 1976 menjadi pertandingan internasional terbesar yang pertama kalinya sang juara harus ditentukan lewat adu penalti.


sumber foto: imago

Ceko berada di atas angin setelah Uli Hoeness gagal memasukkan bola ke gawang dari titik putih. Antonin Panenka bisa menjadi penentu gelar jika tendangan penaltinya berhasil masuk ke gawang Jerman yang dijaga Sepp Maier.

Di momen genting itu, Panenka memutuskan untuk melakukan teknik yang selama ini sebenarnya sudah ia uji, asah, dan buktikan. Bukan semata-mata teknik dadakan yang akan ia lakukan dengan sembrono di momen segenting final Euro. Walau dunia belum ada yang melihat teknik ini sebelum Antonin Panenka lakukan, gelandang Ceko ini sudah mengasahnya secara matang. Meski begitu, ia tetap perlu keyakinan untuk mengeluarkan tekniknya sebagai tendangan penentu.

Akhirnya Panenka benar-benar mengeluarkan teknik itu. Bola ia arahkan ke tengah gawang dengan pelan dan melambung. Sepp Maier saat itu sudah bergerak cepat ke arah kiri setelah Panenka mengayunkan kakinya di bola. Maier hanya bisa tertegun melihat bola pelan itu berlalu melewati kepalanya. Teknik penalti ajaib yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Dan di situ lah teknik tendangan panenka lahir yang diciptakan oleh Antonin Panenka.

 

Asal Mula Antonin Panenka Menemukan Teknik Tendangan Panenka

Antonin Panenka bukan lah pemain hebat yang memiliki teknik dribbling atau tendangan kuat mematikan. Ia juga hanya bermain di klub kecil asal Praha, Bohemians Praha, sejak muda. Meski begitu, gelandang satu ini punya kemampuan mengoper serta mengeksekusi bola mati dengan sempurna. Panenka sering mencetak gol lewat tendangan bebas atau pun titik putih.

Di Bohemia, Panenka mengasah kemampuan penaltinya. Setelah sesi latihan reguler selesai, ia bersama kiper Bohemians Praha, Zdenek Hruska sering mengambil waktu tambahan untuk berlatih penalti. Kedua pemain ini sering membuat taruhan setiap mereka bisa mencetak gol atau menggagalkan penalti.

Dari situ, Panenka mencari cara baru agar ia bisa membobol gawang Hruska untuk menang taruhan yang hadiahnya bisa uang, cokelat, ataupun makanan.

"Dia sering mengalahkan saya dan saya menghabiskan banyak uang. Saya mulai memikirkan cara baru untuk bisa membobol gawangnya," ujar Panenka seperti dilansir These Football Times.

Ia telah mengamati kalau kiper biasanya lompat ke salah satu sisi, antara kiri atau kanan. Jarang sekali ada kiper yang menebak dengan berdiam diri di tengah. Namun jika dia hanya menembak secara keras ke arah tengah, tendangannya kemungkinan besar masih bisa dihentikan oleh kaki sang kiper.

Dalam menghadapi penalti, Antonin Panenka selalu mencoba meyakinkan kiper untuk lompat ke arah kiri atau kanan. Ia biasanya melakukan gerak tipuan dengan menggunakan mata atau gerakan tangan.

Akhirnya Panenka mencoba teknik yang selama ini ada di pikirannya itu saat latihan dengan Hruska. Percobaan pertama berhasil dan dia menyebutnya itu bagai sulap, sangat indah dan sulit ditebak. Setelah percobaannya sering berhasil mengelabui Hruska, Panenka mulai percaya diri untuk melakukannya di saat pertandingan persahabatan. Kemudian seiring berjalannya waktu, gelandang satu ini mulai berani untuk memperlihatkan teknik tersebut di pertandingan liga.

Sebelum teknik panenka terkenal, para kiper yang bermain di Liga Republik Ceko sebenarnya sudah mengetahui ada teknik penalti macam ini. Meski begitu, kiper-kiper yang menghadapi tendangan Antonin Panenka masih saja kesulitan untuk mengantisipasi tendangan ini karena terpengaruh dari gerakan run-up, sudut tubuh, dan kecepatan sang penendang.

Hingga akhirnya Panenka memperkenalkannya pada dunia di gelaran Euro 1976. Panenka mungkin menganggapnya ini sederhana, tapi bagi siapapun yang melihatnya saat itu, itu adalah tendangan penalti yang dilakukan dengan berani dan sangat berisiko dilakukan di situasi seperti itu.

Ia menyebut kalau di Euro 1976 itu adalah penalti panenka-nya yang ke-10 yang pernah ia coba di pertandingan kompetitif. Sepanjang kariernya, Antonin Panenka setidaknya pernah melakukan 35 kali teknik itu dan hanya gagal satu kali.

Antonin Panenka mendapat gelar eponymous yang menamakan teknik tendangan itu dengan namanya sendiri. Sama seperti Johan Cruyff untuk Cruyff Turn dan Zidane Roulette. Tapi spesialnya, teknik dalam sepakbola yang dinamai oleh pemain penemunya ini jarang sekali yang bersinggungan langsung dengan gol. Namun Panenka menciptakan tendangan panenka untuk mencetak gol.

Bukti hebatnya teknik yang Antonin Panenka ciptakan ini adalah teknik tersebut dilakukan juga oleh pemain hebat di panggung yang besar. Seperti Zinedine Zidane melakukannya pada Piala Dunia 2006, lalu Sergio Ramos, Francesco Totti, dan Andrea Pirlo juga mencetak gol lewat penalti panenka saat di kompetisi Euro.

Ini adalah teknik yang melakukannya butuh keterampilan. Dengan tembakan yang tidak terlalu keras, mungkin teknik ini gampang dipelajari. Namun, keberanian untuk menggunakannya di kompetisi besar apalagi di momen yang genting adalah hal lain.

"Jika kamu melakukannya dengan benar dan di waktu yang tepat, keberhasilannya bisa mencapai 100 persen," kata Antonin Panenka.


TAG: Panenka Penalti Laga






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI