REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Pertahanan Buruk MU dan Penampilan Inkonsisten David Dea Gea


M Bimo pada 2021-02-10 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Musim ini semangat Manchester United bisa dibilang kembali bergejolak. Mereka menghuni nomor dua di klasemen sementara Premier League di bawah rival sekota, Manchester City dengan margin lima poin. 

Sejak project restart setelah sepak bola di Inggris terhenti 110 hari akibat pandemik COVID-19, Setan Merah menjadi salah satu klub yang meraih poin terbanyak pada musim lalu. Mereka meraih poin terbanyak kedua di belakang Liverpool sang juara.

Ditambah lagi dengan kedatangan maestro asal Portugal, Bruno Fernandes pada Januari 2020, lini serang Manchester merah bak api yang menyala panas. Setan Merah tampil luar biasa di laga tandang pada musim ini. Mereka mencetak rekor baru klub dengan 11 kemenangan Premier League berturut-turut sebelum dihentikan Leicester City di Boxing Day.

Ada banyak pujian yang bisa dilayangkan untuk skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Meski begitu, ada satu area yang jadi sorotan karena catatan buruknya pada musim ini. Apalagi kalau bukan area pertahanan yang dikawal oleh David de Gea.

Kredit: Getty Images

Untuk catatan individu, kiper Manchester United itu terus dibayangi oleh rekor buruk. Paling baru, ia kebobolan tiga gol saat melawan Everton di Old Trafford. Pada laga tersebut, Everton sebenarnya cuma mampu menghasilkan tiga tembakan ke gawang, tapi mereka bisa membuat tiga tembakan itu menjadi gol. Artinya, De Gea gagal menghalau setiap tembakan ke gawang dari Everton.

Catatan tersebut memperparah rekor penyelamatan kiper asal Spanyol ini di Premier League musim 2020-2021. Persentase penyelamatan De Gea musim ini hanya mencapai 60,9 persen. Catatan itu bisa dibilang rendah dibanding dengan kiper lain di Premier League dengan catatan minimal 15 penampilan.

David de Gea bahkan ada di urutan terbawah persentase penyelamatan yang dilakukan oleh para kiper Premier League. Dia hanya unggul dari satu nama yakni Rui Patricio yang merupakan kiper Wolves. Persentase penyelamatan Rui ada di angka 59,7 persen.

Musim ini Manchester United telah kebobolan sebanyak 30 kali dari 23 pertandingan. Mereka ada di peringkat delapan untuk urusan klub yang paling banyak kebobolan hingga saat ini. Jumlahnya sama dengan gol yang bersarang ke gawang Brighton & Hove Albion.

Tapi apakah catatan buruk pertahanan Manchester United musim ini sepenuhnya salah dan menjadi tanggung jawab De Gea?

De Gea Menemui Masalah Konsistensi

Sebelum membahas yang buruk, mari melihat apa yang positif dari pertahanan Manchester United. Sejak musim lalu, Solskjaer mengandalkan Wan-Bissaka, Victor Lindelof, Harry Maguire dan Luke Shaw sebagai empat pemain bertahan plus David de Gea di bawah mistar.

Kedatangan Wan-Bissaka dari Crystal Palace cukup membantu memperkuat bek kanan United yang tampak belum dapat pengganti sepadan sejak kepergian Gary Neville pada 2011. Wan-Bissaka tampil mengesankan dan mendapat banyak pujian, khususnya untuk keahlian bertahan satu lawan satu yang mungkin terbaik di Premier League.

Banyak orang yang juga bakal terheran karena MU mengeluarkan kocek 80 juta Poundsterling untuk menebus Maguire dari Leicester, menjadikannya sebagai bek termahal dunia. Ia bahkan dipercaya untuk menjadi kapten tim sepeninggal Ashley Young ke Inter Milan.

Tapi Maguire cukup membuktikan harga mahalnya itu pada musim debutnya, yakni musim lalu. Ia mengemas 55 penampilan, menjadi pemain Manchester United yang paling banyak turun ke lapangan. Kemampuan udara Maguire tak hanya baik di untuk membuang bola dari pertahanan sendiri, tapi juga membahayakan di pertahanan lawan. Kemampuan mengoper bola dan membaca permainan, Maguire bisa menerapkan gaya sepak bola berbasis penguasaan bola.

Kedatangan dua pemain itu terbukti meningkatkan kualitas pertahanan United pada musim lalu. Mereka meraih clean sheet terbanyak kedua di Eropa dengan 21 clean sheet di semua kompetisi. Setan Merah juga memiliki rekor pertahanan bagus di Premier League dengan hanya kebobolan 36 gol dalam 38 pertandingan dengan menjaga 13 clean sheet.

Tapi tampaknya musim ini Solskjaer punya lebih banyak pekerjaan rumah daripada sebelumnya. Penjaga gawang tentu menjadi pertanyaan besar setelah De Gea meloyo untuk urusan konsistensi. Penjaga gawang timnas Spanyol itu bisa dibilang salah satu yang terbaik selama satu dekade terakhir. Tapi penampilannya cukup menurun sejak Piala Dunia 2018 bersama Spanyol.

Sejauh ini, hal mendasar yang membuat De Gea penampilannya dicap buruk adalah karena blunder-blunder yang sering ia lakukan. Sejak musim lalu, Manchester merah kerap kehilangan beberapa poin penting karena kesalahan fatal dari penjaga gawangnya.

Pertahanan Manchester United juga buruk dalam mengantisipasi bola mati. Ada 11 gol bola mati dari musim lalu yang bersarang di gawang De Gea. Ini diakui oleh staf pelatih kiper klub itu sendiri, namun upaya mereka hingga kini belum menemui hasil.

Sepakbola Olahraga Kolektif, Itu Sebabnya De Gea Tak Bisa Disalahkan

David de Gea musim ini mungkin bermain tidak pada kemampuan terbaiknya, tapi lemahnya pertahanan United tidak lantas menjadi tanggung jawab penjaga gawang Spanyol ini sendiri. Seperti yang telah diketahui bersama, sepakbola adalah olahraga kolektif. Ada 11 pemain yang memiliki tanggung jawab pada masing-masing posisi dan zona permainan.

Tentunya, bobroknya pertahanan MU juga menjadi tanggung jawab sang kapten Maguire dan tiga bek lainnya. Mungkin yang jadi masalah bagi Solskjaer adalah loyonya United ketika memulai pertandingan.

Manchester United telah kebobolan di awal pertandingan pada paruh pertama Premier League sebanyak 14 gol. Mereka kebobolan lima gol dalam 15 menit pertama yang mengakibatkan skuat Solskjaer harus mengejar ketertinggalan sejak awal permainan.

Ole Gunnar Solskjaer memiliki tiga bek bagus yang bisa diduetkan dengan Maguire. Mereka adalah Victor Lindelof, Eric Bailly yang sudah mulai kembali dari cedera, serta Axel Tuanzebe yang telah membuktikan kualitasnya setelah promosi dari akademi Manchester United. Meski begitu, kenapa catatan buruk itu tetap terjadi? Tentunya bukan hanya perkara kiper yang bermain di bawah performa saja kan?

Masalah kebobolan di awal pertandingan ini juga tentu harus diperkuat dengan lini tengah. Kalau mereka terus-terusan terlambat panas pada peluit pertama dibunyikan dan tidak lekas menguasai pertandingan, masalah ini akan terus terjadi.

Jalan untuk mengejar ketertinggalan lima poin dari Manchester City masih terbuka lebar. Kalau masalah pertahanan ini bisa diatasi dan ditingkatkan, bukan nggak mungkin Manchester United bisa jadi saingan serius Citizens dan perebutan gelar Premier League 2020-2021 jadi milik duo Manchester.


TAG: Manchester United David Dea Gea Premier League Mufc






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI