REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Rhain Davis Bocah Pontensial yang Gagal Bersinar


M Bimo pada 2020-04-26 jam 12:00 PM


twitter.com/rhaindavis1


Pemain muda penuh talenta pernah mengisi skuat utama Manchester United dalam beberapa tahun terakhir. Sebut saja Marcus Rashford sampai Mason Greenwood. Dua nama ini termasuk pemain produk akademi Manchester United yang mampu menembus skuat utama.

Debut sejak musim 2015/2016, Marcus Rashford termasuk pemain muda yang mampu bertahan di tim utama ketika Manchester United beberapa kali ganti pelatih. Bahkan sejak musim 2016/2017, pemain timnas senior Inggris ini menjadi andalan lini depan dengan mengemas di atas 30 caps di Premier League setiap musimnya.

Sementara Mason Greenwood baru mulai debut di skuat senior klub berjuluk Setan Merah pada musim ini. Hingga Premier League dihentikan karena pandemik, Greenwood telah mencicipi 22 kali bermain di Premier League dengan mengantongi lima buah gol. Catatan yang cukup apik untuk pemain berusia 18 tahun ini.

Namun tak banyak yang tahu, 13 tahun yang lalu Manchester United pernah memiliki pemain muda paling berbakat asal Australia. Pemain yang United rekrut saat usianya masih sembilan tahun itu digadang-gadang bakal bersinar di Inggris dan banyak meraih trofi bareng tim asal Manchester itu.

Meski begitu, nasibnya tak secerah prediksi orang-orang. Hingga kini, namanya tidak pernah muncul di skuat utama Manchester United. Bahkan, namanya benar-benar hilang bak ditelan Bumi sebelum ia benar-benar diperkenalkan ke publik Manchester.

Dialah Rhain Davis, bocah yang 13 tahun lalu sepakat untuk bergabung skuat muda Manchester United. Davis rencananya bakal berlatih dan bermain untuk tim MU junior bersama dengan Marcus Rashford dan Axel Tuanzebe. Dia juga jadi saksi dari aksi Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney menjebol gawang lawan di tim senior.

Dilansir dari sportbible, Davis bahkan mengingat pertemuannya dengan si pelatih legendaris nan hebat, Sir Alex Ferguson. Sejak masih di Australia, dia sering banget mendengar cerita tentang kehebatan Sir Alex. Tapi siapa sangka, Davis mengungkapkan kalau ternyata Sir Alex sangat perhatian dengan perkembangan pemain muda di tim junior.

Tahun demi tahun Rhain Davis habiskan untuk berlatih mengasah skill dan fisiknya. Dengan harapan, perjuangan latihan selama bertahun-tahun ke depan bakal dapat ganjaran untuk bisa promosi ke tim senior dan dilatih langsung oleh Sir Alex Ferguson.

Namun setelah enam tahun yang menjanjikan di Old Trafford, karier masa depan Davis seperti yang banyak orang prediksikan berbalik drastis karena pemain muda ini mengalami patah kaki yang cukup mengerikan di pertandingan tim MU remaja. Kondisi ini tentu saja membuat mentalnya syok. Saat itu, ia bahkan belum berusia 17 tahun.

Dengan dibantu tim dokter dan fisioterapis Manchester United, gelandang muda ini berjuang untuk sembuh dan kembali dalam kebugaran penuh. Namun mimpinya untuk bisa bermain di salah satu klub tersukses di Inggris itu perlahan sirna. Itu terjadi setelah ia dilepas oleh tim pada usianya menjelang 17 tahun.

Davis bisa mencicipi berlatih di akademi Manchester United tak luput dari jasa sang kakek. Pada tahun 2007, kakeknya mengirim DVD kompilasi momen terbaik cucunya tersebut saat masih bermain di tim lokal Australia, Redlands United, ke beberapa klub di seluruh Inggris. Kebetulan, Manchester United jadi klub pertama yang tertarik dengan bakat bocah asal Australia ini.

"Penampilanku bersama tim lokal Australia direkam ayah. Lalu kemudian ia kompilasikan dan mengirim DVD itu kepada kakek saya yang ada di Inggris," ujar Rhain Davis.

Tak disangka, klub benar-benar terpesona dengan bakat Davis. Bahkan seorang juru bicara Manchester United pernah memberi spoiler kepada suporter bahwa mereka mempunyai seorang pemain paling berbakat yang ada di Australia. Video permainannya saat masih berseragam Redlands United itu pun diunggah ke YouTube dan ditonton oleh jutaan orang.

Tak lama usai videonya viral, Davis kecil langsung berangkat ke Manchester dari rumahnya di Brisbane. Di sana ia sempat menjalani masa percobaan sebanyak satu sesi, sebelum akhirnya memutuskan untuk menandatangani kesepakatan.

Bayangkan, bocah sembilan tahun dikontrak oleh klub favoritnya. Berasa seperti memainkan karakter Hunter di video game FIFA. Davis bahkan tak memikirkan untuk pulang dulu ke Australia untuk berpamitan dengan keluarganya di sana. Dia tak mau melihat ke belakang dan hanya fokus ke masa depannya saja.

Tidak butuh waktu lama bagi media Inggris untuk membanding-bandingkan Davis dengan pendahulunya. The Manchester Evening News menjulukinya sebagai The Next Wayne Rooney. Sebuah prediksi yang akhirnya tidak benar-benar terjadi.

Rhain Davis menghabiskan enam tahun yang menyenangkan bersama United muda. Ia larut dalam cita-citanya untuk menembus skuat utama bersama dengan para pemain berbakat lainnya. Tapi sayangnya, patah kaki yang dialaminya menghancurkan impiannya untuk bermain di level tertinggi.

Usai kontraknya tak berlanjut di Manchester United, Davis memutuskan untuk berkonsentrasi pada studinya. Saat itu, Neil Tolson, Asisten Manajer di Altrincham menawarkan kesempatan untuk bermain sepak bola di non-liga. Dia setuju dan memainkan sejumlah pertandingan untuk salah satu tim National League saat masih sekolah.

Usai menyelesaikan masa SMA, ia memutuskan untuk menunda karier sepak bolanya. Rhain Davis pindah ke Pennines untuk mengambil kuliah di Universitas Sheffield. Selama tahun terakhir masa kuliahnya, dia sempat ditawari lagi untuk bermain sepak bola oleh seorang mantan staff Manchester United, Mike Mulvey.

Rene Meulensteen, teman dari anggota keluarga Davis, mengundang mantan gelandang Manchester United muda ini untuk kembali ke Australia. Ia diajak untuk berlatih bersama tim A-League, Central Coast Mariners (CCM). Davis cuti dari kuliahnya dan hampir menandatangani kontrak bersama CCM.

Sebelum akhirnya Mike Mulvey mengambil peranan penting di balik batalnya Rhain Davis bergabung dengan klub Australia tersebut. Sejatinya, Davis bakal bergabung bersama Central Coast Mariners usai Hari Natal. Sayangnya, Mike kembali ditarik ke Manchester United untuk kembali bekerja di bawah nahkoda Ole Gunnar Solksjaer.

Dengan hasil itu, Mike juga meninggalkan posisi manajer CCM dan tidak ada kesepakatan yang terjadi antara CCM dan Davis sepeninggal Mike ke Manchester United.

Terlepas dari kekecewaan karena gagal gabung CCM, Rhain Davis kembali ke Sheffield dan baru-baru ini lulus dari jurusan Managemen Bisnis dan Ekonomi. Sepak bola bukan lagi tujuan utamanya saat ini. Dia sekarang lebih berharap untuk mendapat karier yang sukses di bidang keuangan ketimbang harus kembali ke lapangan.

Bagaimanapun, sosok Rhain Davis tetap bakal jadi cerita legendaris di skuat Manchester United muda. Seorang pemain muda paling bertalenta yang namanya tak pernah muncul di skuat utama Manchester United atau pun klub sepak bola papan atas lainnya.


TAG: Rhain Davis Manchester United Pemain Muda Tokoh






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI