REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Sayap Kiri AC Milan yang Membuat Mereka Terbang Tinggi


Hamdani M pada 2021-02-10 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Banyak orang akan setuju jika secara individu Ibrahimovic merapakan salah satu pemain AC Milan yang paling punya pengaruh di musim ini. Tapi, mungkin sedikit yang menyadari bahwa area kiri menjadi lini yang membuat AC Milan begitu dominan hingga sekarang. Satu area yang dihuni oleh Theo Hernandez. 

Secara hitung-hitungan AC Milan baru mengalami dua kekalahan hingga pekan ke 21 musim ini. Mereka sekarang berada di peringkat pertama, di atas Inter Milan dan Juventus. Musim ini mereka menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih Scudetto. Gelar yang telah hilang dari almari trofi, sejak satu dekade lalu. AC Milan terakhir menjadi yang terbaik di Italia adalah musim 2011.

Saat itu, Rossoneri masih dihuni oleh beberapa nama bintang. Sebut saja Ronaldinho, Alexandre Pato, Thiago Silva dan lain sebagainya. Setelah musim yang hebat itu, satu per satu bintang mereka pergi. AC Milan semakin terpuruk. Selama beberapa musim terakhir mereka hanya duduk di papan tengah Liga Italia.

Tapi musim ini mereka tampil beda. AC Milan seperti raksasa yang bangkit dari tidur. Setelah lama absen dari daftar pesaing gelar, kini mereka menjadi salah satu penantang serius. Bahkan menjadi yang terdepan. Mereka hanya perlu menjaga konsistensi, maka gelar juara bukan tidak mungkin akan kembali singgah di almari trofi klub.

Ibrahimovic tetap menjadi pemain yang dianggap sebagai aktor utama di balik gemilangnya penampilan AC Milan hari ini. Sempat bermain di MLS, Ibrahimovic kembali datang ke Eropa untuk menemukan apa yang kerap ia sebut sebagai tantangan. Pemain dengan karakter yang bertolak belakang dengan kultur asalnya, Swedia ini disebut-sebut telah membangkitkan mental juara yang ada di skuat AC Milan. Keberadaannya di lini depan AC Milan telah membuat ciut nyali pertahanan lawan.  Ia dianggap sebagai anak panah yang dibutuhkan AC Milan untuk membunuh lawan.

Terlalu mengagungkan peran Ibrahimovic di AC Milan, membuat banyak orang lupa, ada sisi lain klub yang berpengaruh dalam kesuksesan AC Milan hingga lebih dari setengah musim ini. Sisi lain tersebut adalah tentang jalur serangan AC Milan. Ibarat mobil, ini adalah tentang bahan bakar yang mengantarkan mereka melaju cepat. Tak tertandingi. Di AC Milan bahan bakar itu ada pada sisi penyerangan mereka. Dari sisi inilah AC Milan kerap memulai serangannya. Juga sisi inilah yang sulit ditembus lawan saat AC Milan bertahan.

Dan untuk posisi ini, kita patut menyebut nama pemain yang dibuang Real Madrid, Theo Hernandez. Namanya memang belum sebesar Ibrahimovic. Posisinya pun ‘hanya’ berada di barisan belakang. Posisi yang jarang diminati oleh pengamat untuk dianggap sebagai yang paling berpengaruh. Apalagi saat bicara mengenai serangan tim. Tapi Theo lain. Ia telah membuktikan, melalui dirinyalah serangan terbaik dari tim bisa terbangun. 

Data di lapangan telah membuktikan. Posisi kiri AC Milan yang ditempati Theo adalah sisi yang berpengaruh besar terhadap permainan tim. Dari posisi yang ditempati saudara kandung Lucas Hernandez ini, AC Milan kerap membangun serangan. Duetnya dengan Ante Rebic di sisi kiri AC Milan seringkali jadi ancaman bagi lawan. Dua pemain ini kuat dalam memberikan tekanan kepada lawan.

Gaya bermain Theo mengingatkan kita akan masa muda Gareth Bale di Tottenham dulu. Memiliki tubuh kekar dan memiliki kecepatan. Kuat dalam penguasaan bola, dribble yang sulit dihentikan, memiliki keberanian menusuk pertahanan lawan serta berbakat dalam melakukan tendangan keras. Dia adalah mesin serangan AC Milan yang bisa jadi alternatif saat gelandang serang mereka, Hakan Calhanoglu sedang buntu.  

Fisiknya yang tinggi juga memberi keuntungan tersendiri bagi Rossoneri, terutama pada saat bola-bola mati. Tak jarang ia menghadirkan bahaya bagi lawan melalui sundulan kepalanya. Beberapa bahkan berakhir dengan gol. Salah satunya adalah saat menjadi penentu kemenangan atas Lazio.

Total, AC Milan telah melesatkan 45 gol di Serie A hingga pekan ke 21 musim ini. Dari catatan tersebut, Theo terlibat dalam delapan gol yang dibuat Rossoneri dengan rincian empat gol dan empat assist. Terhitung, ia memiliki lebih dari 1,5 kali menciptakan umpan kunci di setiap pertandingannya. Catatan yang bagus untuk seorang pemain dengan tugas utama di lini pertahanan.

Salah satu bukti akan peran Theo yang vital dalam skuat AC Milan adalah saat menghadapi Parma. Ketika pertandingan hampir saja menjadi milik Parma, Theo tampil sebagai pahlawan Rossoneri. Hari itu memang Parma tampil luar biasa di awal laga. Pertandingan baru berjalan tiga menit mereka sudah unggul. Setelah melalui babak pertama dengan tanpa kebobolan, Parma kembali mengejutkan tuan rumah AC Milan. Hanya sebelas menit setelah peluit babak kedua ditiup, mereka kembali menambah gol.

AC Milan seperti mati kutu di hadapan klub yang di atas kertas tidak akan merepotkan mereka. Yang menyebalkan bagi AC Milan, gol kedua itu terjadi setelah peluang-peluang emas yang mereka ciptakan digagalkan oleh tiang gawang. Bukan hanya sekali. Empat kali. Giliran mereka berhasil melesakkan gol, VAR tampil menggagalkan. 

Saat lini depan AC Milan mulai putus asa, Theo tampil dengan penuh sihir. Kurang dari lima menit dari gol kedua Parma, ia memperkecil gol melalui sundulan kepalanya. Saat laga sudah hampir berakhir dengan kemenangan untuk Parma, lagi-lagi Theo menolak menyerah. Tendangannya dari dalam kotak penalti menyelamatkan muka AC Milan dari kekalahan di kandang sendiri.

Kisah kepahlawanan Theo bagi AC Milan juga terjadi di pekan terakhir menjelang libur natal. Saat itu AC Milan harus bertemu dengan tim kuat ibukota, Lazio. Sampai menit 90 skor masih menunjukkan angka sama kuat 2-2. Di sisa waktu yang semakin menipis itu Theo menampilkan daya magisnya. Memanfaatkan umpan dari sepak pojok, sundulannya mengantarkan Lazio meraih tiga poin krusial.

Peran vitalnya di moment krusial telah memberitahu banyak pihak bahwa, selain ia kuat dalam hal fisik, unggul dalam skill, satu hal lagi yang juga jadi senjata Theo, mental. Ia terlahir sebagai pemain dengan mental baja. Terus bertarung, menolak menyerah sebelum peluit panjang dibunyikan, serta tidak gentar menghadapi berbagai macam lawan. Kualitas mental yang dibutuhkan oleh AC Milan untuk bersaing memperebutkan gelar.

Memang, terlalu naif rasanya untuk menyebut bahwa Theo adalah satu-satunya faktor yang membuat AC Milan duduk di peringkat teratas Liga Italia sejauh ini. Ibrahimovic, Calhanoglu dan Stefano Pioli adalah nama-nama yang patut untuk disebutkan. Namun bukan berlebihan jika menyebut Theo sebagai yang paling pokok. Jika data statistik yang ada tak cukup juga membuat kalian percaya, tunggu saja hingga ia tidak dimainkan. 


TAG: Ac Milan Theo Hernández Serie A






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI