REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Sejarah dan Perkembangan Stadion, Tak Melulu Soal Kualitas Rumput


M Bimo pada 2020-06-29 jam 12:00 PM


Gantigol


Jika membicarakan tentang sepak bola, bahasan utama tentu tertuju pada pemain, pelatih, taktik dan juga suporter. Tapi tentu saja ada salah satu faktor yang paling penting daripada itu semua, yakni stadion. Ya, stadion adalah tempat di mana pertandingan dapat digelar, stadion juga bisa jadi tempat sakral bagi sebuah tim dan stadion adalah cerminan wajah bagi klub yang bermarkas di sana.

Stadion memiliki sejarah yang panjang di dunia persepak bolaan. Dari mulai lapangan yang memiliki tribun, hingga kini wajahnya berubah menjadi stadion moderen dengan sederet fasilitas yang mutakhir. Semakin megah stadion yang dipunya, semakin dipandang juga reputasi sebuah klub.

Stadion memang identik dengan tempat diselenggarakan pertandingan sepak bola. Namun dulu, stadion dibangun untuk menyelenggarakan berbagai acara. Misalnya seperti berbagai balapan dari sepeda hingga lari.

Diketahui stadion tertua yang pernah dibangun adalah Stadion Olympia di Yunani. Stadion ini dulunya menjadi tempat diselenggarakannya Olimpiade kuno, yakni Olimpiade pertama di dunia yang diadakan pada 776 SM.

Sepak bola sudah menjadi olah raga populer sejak abad ke-13 di Inggris. Saat itu, belum ada aturan-aturan yang membuat sepak bola menjadi olahraga yang sportif. Lalu kemudian banyak terjadi kekerasan yang ditimbulkan dari sepak bola. Pemain baku hantam karena sepak bola sudah biasa, bahkan hingga hari ini. Namun saat itu, karena belum ditetapkannya aturan pelanggaran membuat cedera parah yang dialami oleh pemain sepak bola menjadi pemandangan biasa.

Pada awal kepopulerannya, mereka yang gemar sepak bola bermain bersama si kulit bundar bukan di stadion. Melainkan di sembarang tanah lapang yang umumnya adalah taman-taman umum. Hal ini membuat kekhawatiran bagi para pejalan kaki yang melintas di sana karena bisa tiba-tiba tersambar tendangan nyasar. Oleh karena banyaknya kekerasan dan tidak adanya tempat untuk bermain sepak bola, Raja Edward III bahkan sempat melarang olahraga ini untuk dimainkan.

Namun dengan pertumbuhan popularitas, membuat para pelaku sepak bola ingin membuat ini menjadi olahraga yang sportif dan profesional. Berangkat dari situ, klub-klub sepak bola akhirnya mencari lapangan yang lebih layak. Tanah yang bisa mereka gunakan saat itu hanya lapangan kriket dan rugby yang sudah populer di Inggris sebelumnya.

Lapangan pertama yang dibuat benar-benar diperuntukkan sepak bola adalah Sandygate Road di Sheffield. Lapangan ini pertama kali dibuka pada 1804 dan mulai digunakan banyak orang untuk bermain sepak bola, termasuk klub-klub di sekitaran Sheffield.

Lapangan zaman dulu pun sangat berbeda dengan lapangan sepak bola moderen. Jangan mengharap dulu ada garis tepi, kotak penalti, garis tengah dan segala macam penanda. Karena dulu, lapangan hanya hamparan tanah berumput dengan dua gawang yang masing-masing dibangun dari dua batang kayu.

Untuk menandai garis tepi lapangan, di Sandygate Road dibangun pagar-pagar yang mengelilingi lapangan tersebut. Itu sebagai penanda kalau pemain tidak boleh melewati bola dari batas pagar tersebut.

Sandygate Road kemudian sering dipakai untuk klub Sheffield untuk menyelenggarakan pertandingan pada 1860an. Pertandingan pertama Sheffield sebagai tuan rumah di Sandygate Road adalah ketika menjamu Hallam pada 1864.

Hal ini membuat klub lain pun ingin memiliki lapangan sendiri untuk menyelenggarakan pertandingan. Namun, keterbatasan tanah yang mereka miliki sempat jadi hambatan. Untuk itu, dulu banyak klub yang memakai tanah pribadi dari petinggi klub, pelatih atau bahkan pemain untuk dijadikan lapangan sepak bola.

Sebagai contoh, Preston North End sempat menyulap tanah yang dulunya dipakai untuk peternakan menjadi lapangan sepak bola. Mereka menempati lapangan itu pada 1875 dan menamainya Deepdale.

Pada abad ke-18, sepak bola benar-benar semakin populer di Inggris. Saat itu Inggris juga sudah punya federasi sepak bola, FA, yang mengatur sepak bola secara profesional. Salah satu buktinya adalah mulai ada sederet aturan yang dibuat demi meyakinkan Raja kalau sepak bola adalah olahraga yang aman. Saat itu Inggris juga sudah punya kompetisi profesional bertajuk FA Cup.

Final FA Cup pertama kali digelar di stadion pada 1872. Stadion yang digunakan adalah Kennington Oval yang merupakan stadion olahraga kriket yang dibangun pada 1845. Sejak saat itu, Kennington Oval menjadi stadion langganan yang dipakai untuk menggelar pertandingan final FA Cup. Sampai akhirnya pada final 1892, laga antara Wolverhampton Wanderers kontra Everton pindah ke Fallowfield di Manchester.

Bukan Anfield, bukan juga Old Trafford. Tapi Goodison Park lah yang menjadi stadion sepak bola pertama yang sepenuhnya dibangun oleh klub di Inggris. Pada waktu itu, stadion milik Everton ini dibangun menghabiskan dana 8.090 poundsterling dan mulai diresmikan pada 24 Agustus 1892. Goodison Park pernah jadi tuan rumah final FA Cup 1894 yang mempertemukan Notts County dan Bolton Wanderers. Pertandingan itu disaksikan kurang lebih 37.000 penonton.

Siapa yang sangka, ternayata stadion juga berpengaruh terhadap perkembangan penggemar sepak bola di kalangan perempuan. Hal ini bermula ketika ide Preston North End yang memperkenalkan sistem tiket gratis untuk penonton perempuan. Hasilnya pun cukup efektif. Pada sepanjang April 1885, ada sekitar 2.000 penonton perempuan yang muncul di stadion untuk menyaksikan laga Preston North End.

Sistem ini pun kemudian ditiru oleh klub-klub lain. Tiket gratis untuk perempuan ini pun kemudian jadi populer dan menghasilkan tren perempuan yang suka menonton sepak bola di stadion meningkat. Namun pada 1890an, semua klub sepak bola sepakat untuk menghentikan promo free for ladies ini dan mulai memberlakukan tarif untuk mereka.

Stadion yang bagus, tentu harus punya kualitas rumput yang baik pula. Hingga hari ini, rumput masih sering jadi permasalahan pengelola stadion. Lapangan dan stadion dulunya memakai rumput yang tumbuh alami. Untuk cuaca di Inggris yang memiliki musim dingin, rumput bisa jadi beku dan ini jadi permasalahan serius karena tentu saja lapangan tidak bisa digunakan jika rumputnya beku.

Pada 1958, mulai ditemukan cara mengatasi pembekuan yang terjadi di rumput. Hal ini dilakukan dengan cara menaruh penghangat berupa kawat di bawah permukaan tanah lapangan. Cara ini dilakukan pertama kali di Goodison Park. Sekitar tiga puluh kilometer kawat diletakkan di bawah tanah untuk membuat tanah sekitar stadion hangat.

Kemudian pada 1960an, mulai diperkenalkan rumput buatan generasi pertama. Rumput buatan ini sangat berbeda dari rumput alami. Rumput tersebut dibuat dari serat nilon yang kaku yang sering ada di lapisan aspal ataupun beton. Rumput buatan ini terus berkembang ketika Luton Town, Queens Park Rangers, Oldham Athletic dan Preston North End mengenalkan rumput generasi kedua pada 1980an. Sementara itu, pemerintah Inggris baru melegalkan rumput buatan di sepak bola pada 1995.

Pada 2001, UEFA dan FIFA mulai turun tangan untuk mengadakan program jaminan kualitas rumput buatan. Itu membuat mereka menghasilkan standar industri untuk penggunaan rumput buatan di dunia sepak bola. Lalu, masalah rumput ini mulai diatur di FIFA Laws of The Game 2004.

Kemudian rumput yang banyak dipakai sekarang, yang juga standar FIFA, adalah rumput 4G alias generasi keempat. Rumput generasi ini muncul pada 2010 dan popularitasnya terus meningkat. Sebab, rumput buatan ini terbuat dari campuran rumput alami dan rumput buatan. Pemain yang bermain sepak bola di rumput 4G diklaim bisa merasakan seperti berlari di atas rumput alami. Rumput ini juga punya daya tahan yang lama meskipun tanpa harus dirawat seperti rumput alami pada umumnya.

Sementara kalau suporter Indonesia masih akrab dengan cor-coran tribun tanpa kursi, namun stadion di Inggris sudah tidak menerapkan itu sejak 1994. Hal ini bermula ketika insiden Hillsborough pada 1989. Oleh karena bencana tersebut, FA mengatur semua stadion di Inggris tidak diperkenankan menggunakan tribun berdiri lagi. Semua stadion di Inggris mulai wajib memasang kursi penonton sejak musim 1994-1995 hingga hari ini.

Seiring berjalannya waktu, sepak bola telah memasuki era moderen. Gak cuma soal olahraga, permainan indah dan juga dukungan suporter, sepak bola kini telah menjadi industri bisnis yang menghasilkan banyak uang. Hal ini pun ikut mempengaruhi stadion sebagai bagian penting dari sepak bola.

Di era sepak bola moderen, stadion gak hanya melulu soal kualitas rumput. Namun melihat dari panduan yang disusun oleh UEFA, stadion merupakan bangunan yang harus mengutamakan aspek kebutuhan suporter dan sponsorship. Stadion yang memiliki kapasitas penonton yang banyak, tentu dinilai sangat baik dari segi bisnis. Banyak kursi, semakin banyak pula penonton yang datang untuk membeli tiket.

Selain itu, berbagai fasilitas stadion dan kegunaannya juga harus turut dimaksimalkan oleh pemilik stadion atau klub yang menyewa stadion. Sebab menurut UEFA, fasilitas stadion bisa memaksimalkan aspek komersialisasi dari klub itu sendiri. Hal ini tentu saja bermuara ke banyaknya sponsor yang masuk untuk mengiklankan produk mereka di stadion.

Kualitas rumput, tribun stadion dan komersialisasi adalah aspek penting bagi stadion. Namun lebih dari itu, sejarah dan atmosfer stadion adalah bagian penting tak kasat mata yang membuat suatu klub dipandang hebat. Bagi yang sudah menyukai sepak bola sejak lama dan sering menonton sepak bola di stadion langsung, pasti akan menyadari atmosfer stadion bisa jadi pemain ke-12 bagi tim tuan rumah dan juga jadi teror bagi tim tamu.

Ambil contoh ketika West Ham pindah dari Upton Park ke London Stadium pada 2016. Seperti banyak orang tahu, Upton Park adalah tempat mengerikan yang harus dikunjungi tim lawan ketika menghadapi West Ham. Jarak kursi penonton dan lapangan yang sangat dekat, membuat sorak sorai penonton begitu terdengar oleh pemain.

Bagi tim lawan, mereka bagai diawasi puluhan ribu suporter yang siap mencomooh dan meruntuhkan mental bertanding mereka. Itu jadi salah satu alasan mengapa West Ham sulit dikalahkan ketika masih berkandang di Upton Park.

Namun suasana berubah ketika mereka pindah rumah ke London Stadium. Apalagi stadion ini dibangun untuk jadi tuan rumah Olimpiade 2012. Tipikal stadion Olimpiade, mestinya stadion ini akan memiliki lintasan lari yang memisahkan jarak antara kursi penonton dan lapangan.

Keangkeran Upton Park gagal dibawa ke London Stadium. Ini menjadi contoh stadion yang ternyata bisa mempengaruhi psikologi pemain dalam menjalankan pertandingan. London Stadium adalah stadion megah yang tidak layak jika dibandingkan dengan Upton Park. Namun, mungkin pemain West Ham dan suporternya, kalau boleh memilih, bakal lebih senang bermarkas di Upton Park ketimbang di London Stadium karena faktor-faktor yang terlihat yang terbukti bisa membuat mereka hebat di kandang.


TAG: Stadium Series Sejarah Stadion Sandygate Road






BACA LAINNYA




LAPAK


BERITA POPULER


1

Dari DM Instagram, Terungkap Kualitas Vlado Sebagai Pelatih

2

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto

3

Filosofi Sepakbola Indonesia Adalah Pertala

4

Omelan Bang Ben dan Intensitas Permainan Timnas yang Buruk

5

Formasi WM dan Perkembangannya

LEGENDA HARI INI


Card image cap
05 March

Pada tanggal 5 Maret 1870, London menjadi tuan rumah pertandingan internasional pertama di dunia, dengan mempertemukan Timnas Inggris menghadapi sekelompok pemain Skotlandia yang berbasis di London. Pertadningan Itu berakhir imbang 1-1.


IKUTI KAMI