REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Sejarah Kick Off Dimulai Pukul Tiga Sore


M Bimo pada 2021-10-14 jam 12:00 PM


Gantigol/Aldito Ilham


Weekend adalah waktu yang ditunggu-tunggu pecinta sepakbola. Oleh karena biasanya di akhir pekan, pertandingan sepakbola akan dilangsungkan. Jam dimulainya kick off pun sudah dihapal oleh banyak penggemarnya, paling awal baru dimulai pukul 3 sore.

Setidaknya itu lah gambaran sepakbola yang dimainkan di Eropa. Sedikit berbeda dengan yang terjadi di Indonesia yang memulai pertandingan setiap pekannya pada hari Jumat. Namun terkadang, ada juga pertandingan yang digelar di hari weekdays seperti Rabu atau Kamis.

Ada perasaan tak sabar ketika telah sampai di tribun dan melihat pemain kedua kesebelasan berkumpul di lapangan. Ketika kick off dilakukan, optimisme akan kemenangan langsung muncul dari detik pertama.

Kick off bukan suatu sebutan asing bagi yang telah mengenal sepakbola. Kick off ditandai dengan ditendangnya bola dari tengah lapangan oleh salah satu tim. Sebelumnya wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan dan laga pun resmi dimulai. Inggris mengklaim kalau mereka yang memiliki peran penting dalam penemuan dan perkembangan kick off di sepakbola modern.

Sebelum 1863, sepakbola belum mengenal kick off seperti yang sekarang. Pertandingan dimulai dengan lemparan bola di tengah lapangan oleh wasit. Kira-kira modelnya seperti peraturan tip-off pada basket, tapi ini bedanya bola dilempar ke tanah oleh wasit, bukan diperebutkan di udara.

Nah, baru lah pada 1863, Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) membuat dan menerbitkan peraturan yang diberi nama FA Laws. Di peraturan tersebut ditetapkan bahwa tim yang memenangi undian koin berhak mengambil sepak mula atau kick off terlebih dahulu. Di situ juga diatur kalau tim lawan setidaknya harus berjarak 10 yards atau sembilan meter dari bola.

Mungkin kamu masih ingat ketika dulu sepak mula dilakukan oleh dua orang pemain di tengah lapangan. Namun pada 2016, aturan yang sudah bertahan lama itu diubah oleh Badan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB). Kini kick off bisa dilakukan oleh satu pemain saja dan boleh menendang bola ke arah mana pun asal masih berada di wilayah permainan.

Kembali ke soal waktu memulai pertandingan, bisa dibilang selama ini pukul 3 adalah waktu paling 'pagi' yang ditentukan penyelenggara pertandingan untuk memulai kick off. Ada beberapa faktor yang jadi pertimbangan antara lain Undang-Undang, jam kerja masyarakat, hingga faktor fasilitas stadion.

 

Jam Kerja Buruh Pabrik Jadi Alasan Utama

Sepakbola tidak ada apa-apanya jika tanpa penonton. Mereka lah yang memberikan semangat hingga memberikan pemasukan klub dari penjualan tiket. Mungkin penonton menjadi salah satu faktor terbesar kenapa kick off biasanya dilakukan paling awal pukul 3 sore.

Maka dari itu, FA membuat pertimbangan waktu kick off merujuk pada Undang-Undang Pabrik yang diperkenalkan pada 1850. Sebenarnya, UU itu tidak mengatur atau menyinggung sama sekali soal olahraga khususnya sepakbola. Namun, UU itu punya andil besar karena saat itu mayoritas penonton sepakbola adalah mereka para karyawan pabrik.

Undang-Undang Pabrik itu melarang perusahaan menahan karyawannya di tempat kerja lebih dari pukul 2 siang di hari Sabtu. Alasannya adalah agar para pekerja ini bisa punya lebih banyak waktu untuk berekreasi. Tapi bagi para penyuka sepakbola, rekreasi yang dimaksud tentu saja dengan datang ke stadion dan menyaksikan pertandingan.

Maka dari itu, memulai pertandingan pada pukul 3 sore dianggap waktu yang pas. Para pekerja juga punya waktu yang cukup untuk datang ke stadion walau dengan berjalan kaki karena tak banyak angkutan umum yang bisa diandalkan pada waktu itu.

Bermula dari situ, menggelar pertandingan sepakbola hari Sabtu pukul 3 sore jadi semakin terbiasa. Sementara itu, malam hari menjadi waktu yang dihindarkan. Sebab zaman segitu belum ada lapangan atau stadion yang dilengkapi dengan lampu sorot.


sumber foto: richpye.wordpress.com

Tapi semua itu berubah pada 1950an dengan mulai ada stadion yang memasang lampu sorot. Swindon menjadi klub pertama yang menggunakan lampu sorot untuk menggelar pertandingan pada malam hari, kemudian disusul Arsenal di belakangnya. The Gunners sebenarnya telah memiliki lampu sorot di stadionnya sejak 1930an. Namun, mereka tidak mendapat restu dari FA dan hanya boleh digunakan pada pertandingan persahabatan saja.

Hingga kini akhir pekan sore dan malam selalu jadi waktu favorit untuk memulai kick off pertandingan. Biasanya paling cepat dimulai pukul 15.00 dan paling malam kick off pukul 20.00. Di Indonesia bahkan pernah memulai pertandingan pukul 20.45 dan 21.00.

Tapi ini tak berlaku untuk laga Champions League dan Europa League. Dengan penuhnya jadwal tim kontestan pada akhir pekan, mau gak mau Champions League harus memulai kick off pada Selasa dan Rabu malam. Sementara Europa League mengadakan pertandingan pada Kamis dan Jumat malam. Familiar dengan sebutan Liga Malam Jumat, kan?

Melansir The Guardian, kick off paling cepat pada pertandingan sepakbola profesional terjadi di La Liga musim 2003-2004. Itu terjadi di pertandingan Barcelona kontra Sevilla. Hal ini terjadi karena sebuah keadaan genting di mana pertandingan ini harus digelar pada tengah pekan karena nyaris bentrok dengan jeda internasional.

Sevilla menolak bermain sore karena khawatir pemainnya akan kelelahan untuk berangkat membela timnas masing-masing keesokan harinya. Maka dari itu khusus pertandingan Barcelona dan Sevilla saat itu memulai kick off pada pukul 12 siang.

 

Kepentingan TV Bisa Mempengaruhi Jam Kick Off

Diadakan pada akhir pekan sore membuat banyak stadion kebanjiran penonton. Klub untung besar dengan strategi waktu kick off yang pas. Namun, situasi ini mulai terancam dengan kehadiran televisi. Sejak 1960an, stasiun televisi mulai memepet pihak Football League dan FA untuk melakukan lobi membawa Liga Inggris ke layar kaca.

Tidak semua orang senang dengan kehadiran pihak televisi, salah satunya adalah petinggi Burnley Bob Lord. Ia mengungkapkan kalau jumlah penonton bisa menurun drastis jika pertandingan disiarkan di TV. Dampak yang paling terasa tentu saja pada pendapatan klub dari penjualan tiket.

Untung FA mau menerima keluhan para petinggi klub. Kemudian FA memberlakukan 'aturan pemadaman' yang menetapkan setiap pertandingan pada hari Sabtu pukul 3 sore tidak diizinkan ditayangkan di TV nasional. Secara resmi batas waktu pemadaman ini dimulai dari pukul 14.45 hingga 17.15.

Aturan ini diberlakukan untuk memastikan bahwa pertandingan di waktu itu eksklusif untuk orang yang datang ke stadion saja. Cuma Inggris satu-satunya negara yang memiliki aturan ini. Bahkan aturan pemadaman ini masih terus berlaku hingga kini. Adanya pandemi COVID-19 yang berdampak tidak bolehnya suporter datang ke stadion, membuat FA mencabut aturan ini untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.

Perusahaan televisi rupanya tak cuma berpengaruh negatif pada minat masyarakat nonton pertandingan langsung ke stadion. Kehadiran mereka ternyata cukup berpengaruh juga dengan perkembangan perubahan waktu kick off sepakbola. Ya, pihak TV yang sudah keluar uang banyak untuk hak siar memiliki sedikit kekuasaan untuk mengatur jadwal kick off pertandingan.


sumber foto: tripadvisor

Stasiun televisi pasti akan menaruh pertandingan sepakbola di jam prime time mereka, dan itu belum tentu ada di pukul 3 sore atau pukul 7 malam. Bisa saja mereka ingin menyiarkan pertandingan di pukul 4 sore atau pukul 9 malam. Tergantung kapan saat-saat slot iklan mereka penuh dengan pengiklan.

Hal ini tak cuma berdampak bagi pola latihan dan tanding para pemain, juga berpengaruh besar bagi penonton terutama yang datang langsung ke stadion. Ada kesulitan bagi mereka untuk pulang menggunakan kendaraan umum atau berjalan kaki jika pertandingan digelar terlalu sore apalagi larut malam.

Belum lagi kebiasaan suporter berkumpul di bar, restoran, atau angkringan jadi sulit dilakukan jika waktu kick off digelar sudah tidak pada jam yang ideal lagi. Namun hal ini sangat sulit dihindari karena stasiun TV punya kuasa dengan uang bernominal fantastis yang telah mereka gelontorkan.

Meski begitu, televisi juga masih memikirkan kondisi penonton dan menjadikan itu petimbangan dalam memilih waktu kick off. Salah satu contohnya terjadi di Italia. Minggu sore dianggap hari yang tepat untuk menayangkan sepakbola di TV karena pada saat itu waktunya keluarga berkumpul di ruang TV. Biasanya pertandingan yang digelar pada Minggu juga lebih banyak daripada hari-hari lainnya.

Hingga nanti jadwal kick off sepakbola akan terus mengalami perkembangan. Kini sepakbola sudah menjadi industri raksasa yang penikmatnya ada di seluruh dunia. Sekarang saja sudah banyak stasiun televisi yang memikirkan menyiarkan pertandingan di luar jadwal dari biasanya dengan alasan menyesuaikan pasar penonton dari luar negeri.

Mereka bisa saja membuat kick off pertandingan Champions League dimulai pada sore hari waktu setempat agar bisa disaksikan oleh penonton di Asia di waktu yang tak terlalu tengah malam. Pertandingan hampir mepet subuh saja kebanjiran penonton, coba kalau mereka menayangkannya lebih awal, pasti akan lebih banyak lagi.


TAG: Kick Off Sejarah Laga






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI