REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Seni yang Menggambarkan Semangat dan Kebanggaan Masyarakat Napoli


M Bimo pada 2020-12-14 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Sepakbola tak melulu soal pemain yang berlari di lapangan hijau atau pelatih yang rutin berteriak di pinggir lapangan memberikan arahan. Selain mereka, olahraga ini juga didukung oleh suporter yang senantiasa mendukung meski tak ikut turun ke arena permainan.

Para suporter tersebut datang dari masyarakat kota yang meski berbeda tetapi tujuannya sama. Jauh di luar tembok Stadion San Paolo, markas dari SSC Napoli, ada para penggemar yang menyebarkan kebanggaan, semangat dan energi lewat kreativitas seni di sudut-sudut gang sempit kota Napoli.

Salah satu gang yang terkenal ialah Via San Gregorio Armeno yang terletak di kawasan jantung Centro Storico yang ramai. Di sana banyak toko-toko yang dibuka oleh para penduduk lokal menjual patung-patung kerajinan tangan dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Toko-toko di situ selalu menjadi daya tarik para turis yang bertandang ke Napoli, membeli salah satu untuk pajangan di rumah dan oleh-oleh atau hanya sekadar melihat-lihat serta mengagumi hasil karya tangan manusia.

Ikon olahraga dari kota Napoli tentu saja SSC Napoli. Maka tak heran jika para pengrajin banyak membuat patung-patung dari pemain Napoli untuk dijual. Pemain-pemain yang dianggap mencerminkan semangat dan kebanggan Napoli seperti Maurizio Sarri, Lorenzo Insigne dan Marek Hamsik menjadi patung yang paling banyak dibuat dan dibeli pelanggan.

Tak cuma itu, tampilan visual dari pengabdian abadi masyarakat kepada klub Napoli ada di mana-mana. Dari grafiti besar bergambar logo klub, hingga gambar perisai scudetto yang menandai dua kali Napoli pernah meraihnya tergambar di tembok bangunan yang berdiri. Secara tak sadar, gambaran tangan masyarakat Napoli itu menjadi daya tarik tersendiri meski kota ini terkenal karena masyarakatnya banyak menghabiskan hidup di pinggiran kota.

Lewat karya-karya seni yang digambarkan oleh orang-orang Napoli inilah api semangat dan kebanggan terhadap klub tetap terjaga. Meski kini klub berjuluk Partenopei itu belum pernah lagi merasakan juara Serie A setelah terakhir kali dilakukan pada 1990. Namun lewat seni, mereka percaya bahwa harapan itu masih ada.

Diego Maradona adalah Tuhan bagi Masyarakat Napoli

Agak kurang afdol rasanya jika tidak menyinggung soal Diego Maradona ketika sedang membahas Napoli. Pemain yang sudah dianggap sebagai Tuhan bagi para pendukung itulah yang menjadi kunci kesuksesan Napoli saat merengkuh scudetto pada musim 1986-1987 dan 1989-1990. Juga tak lupa ketika Napoli pertama kalinya sukses mengangkat trofi juara Europa League musim 1988-1989.

Kalau berbicara soal legenda Argentina tersebut di dalam kehidupan masyarakat, tak ada tempat yang lebih terkenal dari Bar Nilo di Via San Biagio Dei Librai. Bruno Alcidi, sang pemilik bar, membuat semacam kuil atau tempat suci kecil di pojokan bar untuk menghormati Diego Maradona.

Ia memiliki beberapa foto Maradona yang dimasukkan ke dalam frame dan dipajang di sana. Pemilik bar ini juga memiliki seikat rambut yang dia ambil dari sandaran kepala kursi pesawat yang Maradona duduki ketika perjalanan ke Milan untuk sebuah pertandingan.

Tempat suci di pojokan Bar Nilo ini sangat terkenal. Turis-turis yang menyukai sepakbola akan mengunjungi bar ini ketika ke Napoli. Mereka datang lebih dari sekadar ingin minum kopi, tapi lebih tertarik untuk mengambil foto di kuil tersebut.

"Semua orang Argentina yang mengunjungi Italia datang ke sini. Begitu mereka mendarat, mereka langsung ke sini dan mengambil foto karena mereka lebih terobsesi dengan Maradona daripada kita," ujar Bruno Alcidi pada wawancara di film dokumenter Maradonapoli.

Meski begitu, Alcidi membuat kuil tersebut bukan sekadar aji mumpung karena kepopuleran sang pemain. Ia mengalami sendiri kisah-kisah kejayaan Napoli bersama Maradona era akhir 80an dan cintanya yang bersemi kepada tim dan kotanya. Sebuah kebanggan untuknya karena bar ini juga sempat didatangi oleh orangtua dari striker Belgia andalan Napoli, Dries Mertens.

Selain itu, penghargaan terkenal lainnya yang diberikan masyarakat Napoli kepada Maradona tergambar pada tembok di kawasan Via Emanuele de Deo. Lukisan raksasa tergambar di salah satu dinding bangunan di sana. Lukisan itu menggambarkan sosok sang legenda sedang mengenakan seragam dan ban kapten Napoli.

Sebelum ada lukisan karya seniman Jorit Agoch yang dibuat pada 2017 lalu, lukisan di Via Emanuele de Deo adalah yang terbesar di kota. Namun Jorit Agoch mengalahkannya dengan menggambar sosok Maradona dan menutupi sisi seluruh blok perumahan di pinggiran kota San Giovanni a Teduccio.

Napoli memang bukan klub besar dengan deretan titel Liga Italia maupun Eropa yang menyilaukan. Mereka telah mengalami masa-masa kelam ketika pada 2004 dinyatakan bangkrut dan harus mulai lagi dasar piramida Liga Italia, Serie C1. Namun dengan dukungan masyarakat melalui beberapa faktor dan sektor, termasuk salah satunya adalah kesenian, SSC Napoli mampu bangkit kembali menjadi kuda hitam yang diperhitungkan dan sewaktu-waktu siap menyodok dominasi klub besar Italia.

Lewat seni inilah mereka menggambarkan rasa kepemilikan, semangat mendukung dan tetap percaya kalau kesempatan itu akan datang pada suatu hari nanti. Tentunya, masyarakat juga berharap siapapun yang menjadi bagian Napoli, bisa menghargai gambar grafiti, pahatan patung atau apapun yang masyarakat Napoli buat untuk menghormati klub.


TAG: S.s.c. Napoli Serie A Maradona






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI