REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Sepakbola Skotlandia Harus Bergaya Punk untuk Berkembang


M Bimo pada 2021-05-03 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Sepakbola Skotlandia memang tidak bersinar seperti tetangganya, Inggris. Namun mereka pernah merasakan masa kejayaan pada sekitar 90an akhir hingga awal 2000-an.

Peter Lovenkrands, Henrik Larsson, Giovanni van Bronckhorst, Brian Laudrup dan Russell Latapy adalah beberapa pemain berkelas dunia yang pernah meramaikan sepakbola Skotlandia pada masa jaya itu. Jersey ikonik dari para klubnya yang selalu jadi buruan hingga cerita derby mereka terkenal banyak diketahui pecinta sepakbola di seluruh dunia.

Namun tak sampai satu dekade setelah masa emas itu, eksistensi sepakbola Skotlandia bak tenggelam. Kualitas liga yang sulit berkembang, rekor tim Skotlandia di kancah Eropa yang nggak terlalu baik bahkan hampir kalah saing dengan tim level menengah dari negara Eropa lainnya.

Sebenarnya masyarakat Skotlandia memiliki minat menonton sepakbola yang cukup tinggi. Selalu ada penambahan jumlah rata-rata penonton di stadion pada setiap musimnya. Tetapi kualitas sepakbola mereka tidak sebaik yang diharapkan, bahkan terus mengalami penurunan.

Liga Skotlandia sangat sedikit mengekspor pemainnya ke liga-liga luar. Secara teori, ini sebenarnya menguntungkan karena tim nasional dapat dengan mudah memetik talenta-talenta lokal berbakat yang sudah teruji di liga. Tapi rupanya selama ini tidak berjalan sesuai seperti yang diharapkan, juga yang kemudian membuat persaingan di tim nasional menjadi kurang kompetitif.

Kualitas liga yang berjalan stagnan juga mempengaruhi keberminatan dari investor, mereka memandang Liga Skotlandia kurang seksi. Para suporter memang banyak dan loyal, tapi kualitas liganya dan prestasi tim mereka di kancah internasional memble.

Skotlandia kalah jauh berkembang dari liga sepakbola Eropa lain yang sudah bergerak ke arah branding global. Pendapatan tiket mereka tinggi, akademi mereka menghasilkan pemain muda bertalenta dan yang terpenting, banyak dari mereka yang sudah menerapkan target jangka panjang ke masa depan.

Asosiasi Sepakbola Skotlandia dan Scottish Premier League (SPL) sudah seharusnya melakukan hal yang sama, meninggalkan sepakbola tradisional dan beralih ke sepakbola moderen untuk memperbaiki citranya di hadapan dunia.

Pemanfaatan Potensi Harus dengan Pemikiran ‘Punk”

Sepakbola moderen adalah tentang uang. Klub dan liga eksis hanya semata untuk menghasilkan uang. Maka dari itu, mereka membutuhkan 'pelanggan' yang bersedia membeli produk yang mereka jual daripada hanya sekadar pertandingan sepakbola saja. Mulai dari stadion, jersey dan kelengkapan tim lainnya hingga pemain, semua adalah bagian dari branding.

Major League Soccer (MLS) mungkin bisa menjadi contoh bagaimana rebranding liga yang sukses. Liga sepakbola Amerika Serikat ini usianya belum mencapai 30 tahun. Awalnya sepakbola di AS sulit untuk menyaingi kompetisi olahraga populer lainnya seperti American Football atau NBA. Namun, perubahan dan inovasi yang dilakukan, termasuk salah satunya mendatangkan David Beckham, membuat MLS banyak menciptakan budaya baru yang menarik.

Lewat branding dan perencanaan yang cerdas, MLS menciptakan pondasi yang kuat bagi tim mereka, di mana kebanggaan dan kesetiaan para suporter akan muncul seiring berjalannya waktu.

Di AS, suporter juga berperan penting dalam pertumbuhan liga. Peran mereka khususnya sangat terbantu dengan adanya media sosial, Google dan juga YouTube. Suporter sepakbola di AS memiliki interpretasi tersendiri tentang budaya sepakbola. Sejarah perkembangan MLS bisa jadi tempat subur ide-ide dan sesuatu yang bisa dipelajari banyak oleh sepakbola Skotlandia.

Asosiasi sepakbola tak hanya bergerak sendiri, klub juga harus ikut berkembang demi terciptanya atmosfer liga yang jauh lebih baik. Jika klub-klub SPL sulit menerapkan bisnis sepakbola seperti yang dilakukan tim-tim dari negara tetangga mereka, ada satu klub kecil yang boleh dilirik untuk dijadikan panutan.

Ialah klub kasta kedua Bundesliga, St. Pauli dengan budaya punk yang mereka terapkan. Sudah bukan rahasia lagi kalau klub asal Jerman memiliki pengikut garis keras yang unik. St. Pauli berhasil mengubah para pengikut hardcore tersebut menjadi brand global yang memiliki pesan tulus.

Klub yang berasal dari Hamburg ini juga mengadopsi budaya di sekitar wilayah tempat mereka berkembang. St. Pauli lahir di distrik 'lampu merah', tempat yang dipenuhi oleh anak-anak punk dan pelacur dengan masyarakat yang berhaluan politik kiri.

Bendera 'Jolly Rodger' menjadi simbol dari sikap klub sebagai tim yang mewakili kelas pekerja. Langkah mereka untuk menjadi klub pertama di dunia yang secara resmi melarang kegiatan nasionalis sayap kanan di stadion, membuat mereka cukup mendapat perhatian oleh penonton global.

Meskipun prestasi di atas lapangan jauh dari kata sukses, namun kehadiran mereka sebagai klub kecil menjadi pusat budaya besar di Hamburg. Bersama dengan fans, St. Pauli membangun branding di atas sejarah kelas pekerja dan komunitas punk.

Pemikiran 'punk' seperti di atas tersebut juga sebenarnya bisa diterapkan di Skotlandia. Tapi pemikiran semacam ini sebenarnya tidak berasal dari budaya sepakbola, melainkan dari hobi masyarakat Skotlandia yakni mengonsumsi minuman beralkohol.

Belum lagi pandangan politik orang sana yang lebih cenderung ke sayap kiri, ditambah dengan masyarakat Skotlandia yang dikenal sangat vokal berbicara tentang pemikiran mereka, bisa dibilang seperti pemberontak sih tepatnya.

Kesuksesan produk perusahaan minuman beralkohol yang didirikan oleh dua pria asal Skotlandia, BrewDog, bisa jadi contoh konkret, di mana pemasaran dengan cara punk bisa sukses besar di Skotlandia, Britania Raya bahkan dunia.

BrewDog didirikan pada 2007 dan sejak awal mereka sudah menempatkan produk mereka di tengah-tengah komunitas punk. Perusahaan bir ini tak pernah takut dicap sebagai merek kontroversial karena pro terhadap pemberontak. Mereka menentang banyak norma hingga dicap sebagai perusahaan bir pengganggu.

Namun konsistensi yang mereka terapkan jadi kunci kesuksesan. Citra BrewDog sebagai bir-nya komunitas punk semakin menguat. Ketika mereka membuka bar demi bar di sudut-sudut kota yang ada di Skotlandia, bar itu selalu mendapat banyak pengunjung dan penjualan mereka meningkat drastis. Kini, BrewDog adalah salah satu perusahaan bir tersukses tidak hanya di Skotlandia melainkan di Britania Raya.

Meski konsep pemikiran ‘punk’ ini berjalan sukses di bidang luar sepakbola, bukan berarti sepakbola Skotlandia tidak bisa mengadopsinya untuk memperbaiki citra mereka. Menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat Skotlandia yang terkenal sering memberontak dan berpolitik sayap kiri bukan pilihan buruk untuk dilakukan. Itu malah bisa jadi jalan tempuh untuk membuat citra sepakbola punk sebagai jalan yang baik.

Seperti St. Pauli di Jerman, beberapa tim SPL sebenarnya sudah memiliki latar belakang yang mewakili kaum dari tempat klub berasal. Seperti Celtic misalnya, mereka klub yang mewakili orang-orang Katolik. Celtic dengan bangga memperlihatkan salib Katolik Roma di jersey mereka.

Rangers juga cukup cerdas memainkan citra sebagai klub Loyalis dengan merilis jersey ketiga berwarna oranye pada musim 2002-2003 lalu. Ada juga kisah klub Hibernian FC dan Hearts yang lahir dari komunitas orang Irlandia, namun kini kedua klub tersebut justru bermain reguler di SPL.

Hibs dan Hearts adalah klub paling sukses yang mewakili daerah multikultural di Skotlandia. Tentu saja jika latar belakang klub itu dimanfaatkan, mereka bisa menggaet suporter-suporter baru dari luar Skotlandia untuk ikut mencintai klub.

Harusnya SPL beruntung punya banyak klub yang mewakili cerita yang berbeda-beda. Jika ini bisa dimanfaatkan dan dibangun dengan baik, klub-klub ini juga tentu berkontribusi membuat liga berkembang jadi lebih intens dan menarik karena masing-masing klub memiliki kepribadian yang unik.

Semua potensi pertumbuhan di sepakbola Skotlandia cukup menarik. Tetapi jika tanpa visi yang tepat, tampaknya hanya ada sedikit harapan sepakbola Skotlandia bisa keluar dari masalah yang sudah lama terjadi ini.


TAG: Scottish Premiership Punk Football Brewdog






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI