REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Tangan Ajaib Archibald Leitch Membangun Stadion-Stadion Megah di Inggris


M Bimo pada 2020-06-30 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Banyak orang yang terkesima dengan sebuah klub karena keindahan permainannya. Ada orang yang menjagokan tim karena mungkin pemain idolanya bermain di sana. Ada juga orang yang ngefans dengan sebuah klub karena klub itu kerap menang dan meraih juara. Mendukung klub sepak bola memang tidak ada paksaan apapun alasannya.

Namun, tak sedikit juga orang yang mencintai sepak bola karena kagum dengan kemegahan stadion yang dimiliki oleh para klub. Tidak bisa dipungkiri kalau stadion dapat menghipnotis bagi siapapun yang melihat. Bangunan ini layaknya karya seni yang berdiri megah dan menyimpan seribu kisah bagi siapapun yang pernah menginjakkan kaki di sana.

Salah satu alasan kenapa Liga Inggris sangat populer adalah karena di negara ini terdapat banyak stadion megah. Stadion bahkan jadi salah satu landmark berbagai kota di Inggris dan jadi buruan tempat foto bagi para pelancong asing. Sebut saja Old Trafford di Manchester, Anfield Stadium di Liverpool dan Wembley di London. Pelancong, baik yang suka sepak bola atau tidak sama sekali, pasti akan menyempatkan foto dengan latar belakang bangunan stadion hanya karena alasan stadionnya indah.

Tapi tahukah kamu, kebanyakan stadion yang berdiri di tanah Inggris merupakan hasil kerja dari satu orang arsitek saja. Ialah Archibald Leitch, arsitek dari Skotlandia di balik berdirinya stadion-stadion megah di Inggris dan Britania Raya. Bisa dibilang, Leitch menjadi salah satu orang yang firma arsiteknya memfokuskan diri untuk menerima klien yang akan membangun stadion sepak bola.

Sebelum akhir dekade 1890an, stadion sepak bola hanya sekadar lapangan yang dikelilingi oleh tribun. Tribun yang dibuat pun sangat sederhana, yakni hanya dibuat dari lantai kayu dan tidak ada kursi di sana. Semua penonton harus menyaksikan pertandingan dengan cara berdiri. Semua stadion saat itu bentuknya sama, yang membedakan hanya kapasitas tribunnya saja.

Baca juga: Sejarah dan Perkembangan Stadion, Tak Melulu Soal Kualitas Rumput

Leitch merampungkan pendidikannya dan bekerja di sebuah perusahaan sebagai insinyur pada 1887. Namun pada 1899, ia memulai bisnisnya sendiri dan mendirikan firma arsitek. Klien pertama yang menggunakan jasanya adalah klub asal Skotlandia, Kilmarnock FC. Pada pekerjaan pertamanya ini, Leitch belum membuat stadion dengan desain yang megah seperti stadion-stadion moderen.

Pada tahun yang sama, ia dihubungi klub Skotlandia lain, Glasgow Rangers, untuk membangun stadion yang kemudian diberi nama Ibrox Park. Sebelumnya, Rangers bermarkas di stadion sederhana dengan kapasitas 25.000 penonton. Kemudian Leitch membangun Ibrox Park dengan desain oval dan tembok di sekelilingnya dengan kapasitas awal 40.000 orang.

Ibrox Park adalah proyek pertama Leitch dalam membangun stadion yang fungsinya benar-benar diperuntukkan menyelenggarakan pertandingan sepak bola. Namun proyek pertamanya ini tak berjalan mulus. Setelah kembali mendapat peningkatan kapasitas stadion menjadi 80.000, Ibrox Park sempat dipakai untuk menyelenggarakan pertandingan antara Skotlandia kontra Inggris pada April 1902.

Tribun stadion yang sampai hari ini masih dijadikan markas Glasgow Rangers ini penuh sesak. Tapi saat itu, salah satu bagian tribun di belakang gawang ambruk. Rupanya kayu yang dipakai tidak kuat untuk menyangga banyaknya orang yang berdiri di sana. Sebanyak 25 suporter kehilangan nyawa dan ratusan lainnya luka-luka akibat tragedi yang terjadi di Ibrox Park.

Leitch saat itu kebetulan sedang berada di Ibrox. Menyaksikan stadion hasil rancangannya menyebabkan bencana. Menurut penulis buku Engineering Archie: Archibald Leitch - Football Ground Designer, Simon Inglis, jenis kayu yang Leitch pakai menjadi kesalahan fatal pada insiden tersebut.

Tribun Ibrox dibangun dengan cara yang sangat biasa pada waktu itu, yakni hanya susunan lantai kayu yang ditopang oleh kerangka besi. Namun sayang, disebutkan kalau Leitch memilih menggunakan kayu pinus kuning bukan pinus merah yang kualitasnya lebih superior.

Archibald Leitch bersama tukang kayu yang menyuplai pinus kuning itu sempat disidang ke meja hijau. Meski Leitch bebas dari tuntutan pidana, namun ia masih dalam bahaya karena berpotensi kehilangan karier yang baru saja dibangunnya.

Sang arsitek kemudian menulis surat kepada Rangers, memohon maaf dan minta izin untuk menebus kesalahannya. Leitch menawarkan akan memperbaiki stadion Ibrox dengan sistem keamanan tribun yang lebih kokoh.

Archibald Leitch dikenal sebagai orang yang karismatik. Entah bagaimana ia bisa meyakinkan banyak orang dari cara dia berbicara, merangkai kata dan menyampaikan keinginannya. Mungkin, ini salah satu kelebihan Leitch dalam bidang marketing jasa arsiteknya. Selain itu, Archibald Leitch merupakan pecinta sepak bola. Ia semasa hidupnya dikenal sebagai suporter Glasgow Rangers.

Hasilnya, pria kelahiran Glasgow ini mendapatkan pekerjaannya kembali. Ia akhirnya merevisi sistem ketahanan tribun Ibrox Park. Membuang tribun kayu dan menggantikannya dengan membuat terasering yang terbuat dari tanah padat yang telah dipatenkan. Secara efektif ini membuat tribun lebih kokoh. Selain itu, tiang yang terbuat dari baja untuk menopang tribun juga dipasang yang membuat tribun jadi lebih kuat dari sebelumnya.

Bermula dari Ibrox ini, Leitch membangun asal-usul terciptanya stadion dengan sistem yang banyak dipakai di stadion moderen sekarang. Keselamatan penonton seperti membangun tribun yang kuat, mengkalkulasi pintu masuk dan keluar, juga termasuk pintu darurat dan lain-lain. Hasil kerja Leitch kali ini membuat Rangers sangat puas.

Usai memperbaiki nama baiknya, Leitch membuka kesempatan untuk menyeberang ke Inggris pada 1905. Saat itu, ia mendapat tawaran untuk memoles markas Fulham, Craven Cottage dan membangun Stamford Bridge yang digunakan oleh Chelsea. Saat itu, Leitch mulai lebih menggunakan teknik arsitektur dan bakatnya sebagai insinyur. Leitch mulai membuat sistem drainase dan memutakhirkan perhitungan jarak antara tribun dan lapangan. Sehingga penonton yang kebagian tribun paling atas, masih bisa melihat lapangan dengan jelas.

Reputasi Leitch kembali meningkat usai Stamford Bridge diresmikan pada 1905. Namun, Simon Inglis menyebutkan kalau orang-orang yang mengendalikan sepak bola punya pemikiran yang sangat konservatif. Ini menjadi kesulitan tersendiri bagi Leitch untuk meyakinkan hasil pekerjaannya bebas dari risiko.

Pada tahun 1923, Inggris akan membangun Stadion Wembley. Disebutkan kalau Inggris sama sekali tidak melirik Leitch untuk ikut dalam proyek tersebut. Mereka lebih mempercayakan proyek Wembley kepada arsitek yang belum punya pengalaman membangun stadion sepak bola daripada ke firma arsitek Archibald Leitch.

Meskipun diabaikan di proyek Wembley, jasa Leitch buktinya cukup jadi incaran klub Inggris ketika akan membangun atau merenovasi stadionnya sampai akhir 1980an. Tragedi Hillsborough juga membuat banyak klub Inggris sadar akan kepentingan keselamatan penonton di tribun. Kemudian membuat mereka melakukan renovasi tribun stadion agar dirancang lebih kokoh. Tentu beberapa stadion ada yang memakai jasa Leitch.

Selain Craven Cottage dan Stamford Bridge, Archibald Leitch juga turut andil dalam mendesain dan membangun salah satu tribun di Anfield. Ia juga turut berjasa atas pembangunan stadion-stadion lain seperti Goodison Park, Ewood Park, Fratton Park, Highbury, Maine Road dan White Hart Lane.

Totalnya ada sekitar 20 stadion di Britania Raya yang dalam pembangunannya turut menggunakan jasa Archibald Leitch. Dari angka tersebut, kebanyakan stadion yang berlokasi di Inggris. Archibald Leitch pun menjadi arsitek stadion sepak bola kenamaan di Britania Raya, sebelum akhirnya dia mengembuskan napas terakhirnya pada 25 April 1939.

Meski berjasa akan kokoh dan mewahnya banyak stadion di Inggris, namun faktanya nama Archibald Leitch kurang populer di telinga masyarakat. Bahkan saaat hari kepergiannya, media massa Britania Raya sangat sedikit yang membuat berita ataupun artikel khusus tentangnya.

Nama arsitek stadion sepak bola memang tak sebesar pemain, pelatih atau klub sepak bola itu sendiri. Namun, Archibald Leitch menjadi nama yang patut mendapat pujian setinggi langit untuk jasanya di dunia sepak bola Britania Raya.


TAG: Stadium Series Sejarah Stadion Archibald Leitch Arsitek Stadion Old Trafford Anfield Stadium






BACA LAINNYA




LAPAK


BERITA POPULER


1

Dari DM Instagram, Terungkap Kualitas Vlado Sebagai Pelatih

2

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto

3

Filosofi Sepakbola Indonesia Adalah Pertala

4

Omelan Bang Ben dan Intensitas Permainan Timnas yang Buruk

5

Formasi WM dan Perkembangannya

LEGENDA HARI INI


Card image cap
05 March

Pada tanggal 5 Maret 1870, London menjadi tuan rumah pertandingan internasional pertama di dunia, dengan mempertemukan Timnas Inggris menghadapi sekelompok pemain Skotlandia yang berbasis di London. Pertadningan Itu berakhir imbang 1-1.


IKUTI KAMI