REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

The Damned Clough


Hamdani M pada 2021-08-12 jam 12:00 PM


Gantigol/Aldito Ilham


Kecanduan alkohol telah membawa petaka bagi Brian Clough. Mantan pemain dan pelatih legendaris asal Inggris ini mengidap sakit kanker perut serta liver di akhir hidupnya. Penyakit yang merenggut nyawanya di usia 69 tahun. Ia dinyatakan meninggal pada 20 September 2004. 

Pemain yang terlahir dengan nama Brian Howard Clough memang dikenal sebagai pecandu alkohol. Hal ini terutama terjadi di masa akhir hidupnya. Selain itu ia juga dikenal dengan mulut besar dan kontroversinya. Terlepas dari semua penilaian miring tentangnya, tidak ada yang menyangkal, Clough adalah pelatih hebat asal Inggris. Prestasinya telah menjelaskan banyak hal pada kita tentang kehebatannya dalam sepakbola.

 

Jejak Karir Brian Clough

Sebelum dikenal sebagai pelatih hebat, Clough juga pernah merasakan kerasnya lapangan sepakbola Inggris sebagai pemain. Ia bermain untuk Middlesbrough selama enam musim dan bermain untuk Sunderland selama tiga musim sebelum akhirnya cedera parah memaksanya untuk pensiun di usia yang belum terlalu tua.

Selama membela Middlesbrough, Clough berhasil mempersembahkan 197 gol dari 213 penampilan. Sementara saat membela Sunderland, ia berhasil mencatatkan 54 gol dari 61 penampilan. Statistik yang tidak bisa dianggap remeh untuk seorang penyerang.

Sementara awal kisah fenomenal Clough sebagai pelatih ia mulai saat ia berhasil membawa Derby County menjuarai divisi II Liga Inggris 1968. Pencapaian ini membawa Derby promosi ke divisi I. Hanya butuh tiga tahun bagi Clough untuk membawa Derby menjadi klub terbaik di Liga Inggris, tepatnya pada musim 1971-1972 Clough berhasil membawa anak asuhnya menjadi juara. Satu musim berselang, ia membawa Derby melaju hingga ke semifinal Piala Champions 1972-1973.

Kariernya sempat meredup saat ia menukangi Brighton and Hove Albion (1973-1974) dan Leeds United (1974). Tapi keterpurukan karier Clough segera menemukan garis akhirnya. Keputusan Clough untuk menerima tawaran melatih Nottingham Forest jadi titik baliknya. Nottingham yang pada saat kedatangan Clough masih berada di divisi II Liga Inggris pun segera menjadi kuda hitam di sepakbola Inggris kurang dari lima tahun setelah kedatangan Clough.    

Taktik jenius Clough bersambut hangat dengan permainan kolektif dari skuad andalannya seperti Viv Anderson, Tony Woodcock, Martin O’neill, dan Peter Withe. Kombinasi ini berhasil membawa Nottingham juara divisi II Liga Inggris pada tahun 1977. Gelar ini sekaligus membawa mereka bertarung di panggung terbaik Liga Inggris.

Hanya butuh satu musim bagi Clouh untuk menjadi yang terbaik di kasta tertinggi Liga Inggris. Nottingham Forest segera menjadi yang terbaik di tanah Inggris pada musim pertama mereka, 1978. Keberhasilan Nottingham menjuarai Liga Inggris pada 1978 membukakan kran gelar selanjutnya bagi mereka. Dalam dua edisi Piala Eropa 1978-1979 dan 1979-1980 mereka berhasil menjadi yang terbaik. Di Musim 1979 mereka juga berhasil menjadi juara Piala Super Eropa.


sumber foto: Getty Images

Catatan Clough bersama Nottingham ini masih menjadi yang terbaik sampai saat ini. Pencapaian Clough dan anak asuhnya sampai hari ini belum ada yang menyamai dan dianggap sebagai kejutan terbaik dalam kompetisi tertinggi antarklub di Eropa.

Atas semua prestasi Clough, ia dianggap oleh legenda Manchester United, Roy Keane sebagai manajer terbaik yang pernah melatihnya. Ungkapan ini muncul dari pernyataan Keane saat ditanya oleh Viera, pemain yang disebut-sebut oleh media sebagai lawan sejati dari Roy Keane. Pilihan Keane ini menarik, karena selama kariernya, Keane banyak bermain di bawah asuhan Alex Ferguson. Ini sekaligus menjadi bukti atas kehebatan Clough dalam menangani sebuah tim.

Nilai lebih dari Clough atas pelatih lain mungkin adalah soal nilai kemanusiaan yang ia pegang. Sebagai pelatih, Clough memiliki kepekaan atas kegundahan pemain-pemainnya. Saat menjadi anak asuh Clough, Keane merupakan seorang remaja. Ia masih memiliki banyak kerinduan atas kampung halamannya. Clough paham dengan keadaan. Ia tidak melarang Keane untuk sering pulang. Sisi lain Clough yang kerap disebut hanya bermulut besar.

Pernyataan Keane atas kehebatan Clough tidak berdiri sendiri. Mantan pemain Liverpool, Larry Lloyd, yang juga pernah bermain di bawah asuhan Clough memiliki penilaian serupa. Meski ia mengaku pada dasarnya memiliki kebencian terhadap Clough, namun ia tak bisa memungkiri, Clough adalah pelatih terbaik yang pernah bekerja sama dengannya. 

“Jika saya berada dalam sebuah bar”, kata Lloyd, “lalu Clough masuk ke dalamnya, maka saya akan keluar.” Pernyataan kebencian atas Clough ini tidak berlaku saat ia menyebut pelatih terbaik. Meski ia pernah bermain di bawah asuhan Bill Shankly dan Bob Paisley, namun tanpa ragu ia menyebut Clough adalah yang terbaik. 

Tentang dianggap yang terbaik, Clough dengan rendah hati pernah menyatakan, “saya tidak pernah mengatakan sayalah manajer Inggris terbaik. Saya hanya salah satu yang terbaik.”

 

Si Peminum Berat

Sebelum terkenal karena kecanduannya akan alkohol di akhir masa hidupnya, kisah kecanduan Clough dengan alkohol yang paling fenomenal tentu soal 44 hari yang ia jalani sebagai manajer Leeds United. Ditunjuk sebagai suksesor Don Revie, Clough tidak bertahan lama berada di Leeds. Kritik kerasnya terhadap para pemain Leeds yang ia anggap biasa bermain dengan cara kotor, serta perseteruannya dengan pelatih terdahulu membuat ia kurang mendapat sambutan hangat di sana.

David Peace pernah menuliskan pengalaman 44 hari Clough selama ia berada di Leeds United. Perjalanan singkat Clough itu ia himpun dalam karyanya, The Damned United. Buku yang ditulis pada tahun 2006 ini kemudian diadaptasi oleh Tom Hooper ke dalam film yang rilis tiga tahun setelah itu. Dalam film tersebut Clough sering digambarkan sebagai orang yang selalu siap sedia dengan alkohol.

Baca juga: Mengglobalnya Premier League yang Menggerus Budaya Minum Alkohol

Dalam banyak kesempatan, Clough digambarkan sebagai pecandu alkohol serta serta perokok berat. Ia digambarkan sebagai orang yang gemar mabuk-mabukan hingga lepas kendali. Ini adalah penggambaran tentang Clough yang banyak beredar, namun tidak sepenuhnya diterima oleh kawan dekat Clough.

Pat Murphy (teman dekat sekaligus penulis biografi Clough) menyatakan “Ia (Clough) bukan peminum dan perokok seperti yang digambarkan dalam film "The Damned United". Ia memang suka minum, tapi ia bukan occasional drinker. Ia bukan orang yang minum untuk mabuk-mabukan. Ia sedang berada di puncak karier saat itu, bagaimana bisa ia (dianggap) tidak memiliki kendali atas dirinya?”

Terlepas dari ketidaksepakatan Murphy atas pendapat umum soal ketidakmampuan Clough mengontrol alkohol, semua pasti sepakat, ia adalah peminum yang fanatik.


TAG: Brian Clough Alkohol Tokoh






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI