REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Trio Paling Bersejarah Manchester United dalam Simbol United Trinity


M Bimo pada 2020-07-09 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Jika disuruh menyebut pemain paling legendaris di Manchester United, siapa nama yang bakal kamu sebut? Eric Cantona, Ryan Giggs, Paul Scholes atau malah Cristiano Ronaldo? Tidak salah jika nama-nama itu disebut legenda. Sebab, kiprah mereka selama berseragam Manchester United turut membuat Setan Merah disegani di tanah Inggris dan Eropa.

Namun, jauh sebelum nama-nama itu membela panji United, ada tiga nama yang layak disebut sebagai trio paling bersejarah dan paling melegenda bagi Manchester United sepanjang sejarah. Siapa lagi kalau bukan George Best, Denis Law dan Bobby Charlton. Jasa mereka membangun kembali semangat pemain dan suporter Manchester United pasca Tragedi Munich sangat besar.

George Best merupakan produk asli akademi Manchester United. Bakatnya ditemukan oleh pemandu bakat Bob Bishop saat Best masih berusia 15 tahun. Sejak 1961 hingga 1963, ia mempertajam kemampuannya di tim Manchester United muda hingga akhirnya dipromosikan ke tim senior.

Sementara itu Denis Law, datang ke Old Trafford pada 1962. Pemain asal Skotlandia ini datang dari Torino sebelum akhirnya menjadi legenda di United. Sedangkan Bobby Charlton telah lebih dulu berseragam Setan Merah sebelum dua rekannya itu. Mantan penyerang ini sudah ada di United sejak 1953. Sementara ia baru dipromosikan ke tim senior pada tahun 1956.

Ketiganya pertama kali merumput bersama di sebuah pertandingan musim 1963-1964. Perlu diketahui, musim itu bukanlah musim yang baik bagi Setan Merah. Mereka mengakhiri liga di posisi kedua di belakang Liverpool, mereka juga tersingkir di semifinal FA Cup dan tak mampu berbicara banyak juga di Eropa setelah ditendang Sporting Lisbon di ajang UEFA Winners' Cup.

Namun, musim itu tetap layak dikenang sebagai sejarah di mana Best, Law dan Bobby main bersama dalam starting eleven pertama kalinya sepanjang sejarah. Saat itu, Manchester United melakoni laga tandang ke kandang West Brom. Pertandingan ini menjadi awal perjalanan trio paling sukses sepanjang sejarah klub.

United Trinity menjaga api semangat United pasca Tragedi Munich

Lima tahun sebelum trio ini main bersama untuk pertama kalinya, adalah tahun yang berat bagi United. Mereka baru saja kehilangan hampir separuh skuat mereka setelah menjadi korban kecelakaan pesawat terbang di Munich, Jerman pada 1958. United baru saja menuntaskan laga tandang kontra Red Star Belgrade di Yugoslavia pada leg kedua European Cup. Laga itu berakhir dengan skor 3-3, namun Setan Merah berhasil lolos ke babak berikutnya karena menang agregat 5-4.

Pesawat mereka meninggalkan Yugoslavia keesokan harinya dan transit di Munich untuk mengisi bahan bakar. Namun ketika akan lepas landas dari Munich menuju Inggris, terjadi malfungsi pesawat yang ditumpangi pemain dan staf Manchester United ini. Pesawat yang baru saja lepas landas tersebut tiba-tiba jatuh dan mengalami kecelakaan.

Tragedi itu menewaskan 23 orang termasuk delapan pemain Manchester United. Namun sang pelatih, Matt Busby dan Bobby Charlton yang juga ikut menumpang pesawat nahas tersebut berhasil selamat dengan mengalami luka-luka.

Usai tragedi ini, Manchester United melewati masa yang sulit kembali kembali bangkit sebagai tim superior seperti sedia kala. Baru pada awal 1960an, Matt Busby kembali menyempurnakan serpihan puzzle United yang sempat berceceran untuk dirangkai kembali.

Perekrutan Denis Law pada 1963 bisa dibilang menjadi transfer yang cukup sukses yang dilakukan Busby. Law menjadi penyelamat United yang saat itu hampir saja terdegradasi. Meski di tahun yang sama, Setan Merah berhasil meraih trofi FA Cup. Pemain asal Skotlandia ini mencetak 29 gol pada musim perdananya berseragam United.

Manchester United sudah lama tertidur. Matt Busby harus mencari cara agar membawa klub ini berprestasi lagi. Tapi tak disangka, seorang anak muda yang masuk tim senior bernama George Best ini melengkapi trisula milik Setan Merah. Best yang memiliki kecepatan, kemampuan menggiring bola dan kontrol bola di atas rata-rata, rupanya cocok dengan permainan Bobby Charlton yang tenang namun mematikan di depan gawang lawan.

Dampak kerja sama ketiga pemain depan United ini dapat dirasakan cukup instan. Mereka mampu membuat United kembali merengkuh gelar Divisi Satu Liga Inggris pada 1965, gelar liga pertama United sejak Tragedi Munich dan gelar pertama di musim perdana trio yang kemudian dijuluki United Trinity.

Selain berhasil mempertahankan gelar pada 1967, trio Best, Law dan Bobby juga berhasil mempersembahkan gelar kompetisi Eropa pertama untuk klub. Di bawah kendali Matt Busby, trio ini berjasa besar ketika United membawa pulang trofi European Cup musim 1967-1968 ke Old Trafford usai menghajar Benfica 4-1 di final. Kemenangan ini tentu saja tak luput dari brace  Bobby Charlton dan gol ikonik George Best.

Kontribusi luar biasa dari trio United ini juga jadi simbol kesuksesan diri mereka pribadi sebagai pemain. Ketiganya bergantian memenangi penghargaan Ballon d'Or. Denis Law meraihnya pada 1964, diikuti Bobby Charlton pada 1966 dan George Best pada 1968.

Sebuah era tentu saja memiliki akhir. Ya, akhir era trio United plus pelatih Busby ini perlahan-lahan terlihat pada awal 1970an. Law bolak-balik sering cedera, Best yang kecanduan alkohol serta Bobby yang usianya sudah melewati masa emas seorang pemain menjadi tanda berakhirnya era United Trinity. Ditambah lagi, Matt Busby yang pensiun membuat era kehebatan para legenda United ini benar-benar berakhir pada 1972.

Patung United Trinity di Stadion Old Trafford

Selama delapan tahun merumput bersama membawa panji kebesaran Setan Merah, tiga pemain paling legendaris Manchester United telah mempersembahkan dua gelar Liga Inggris, satu trofi European Cup dan penghargaan Pemain Eropa Terbaik untuk mereka masing-masing.

Sejatinya warisan trio ini masih ada hingga hari ini, yakni berupa patung United Trinity yang dibangun di kawasan Stadion Old Trafford. Patung ini dibuat pada 2008 oleh seniman terkenal Phillip Jackson. Seniman ini juga membuat patung Sir Matt Busby yang telah berdiri di Old Trafford lebih dulu.

Dalam peresmian patung setinggi 2,7 meter ini, juga dihadiri dua dari tiga legenda yang masih hidup yakni Bobby Charlton dan Denis Law. Sementara itu, George Best yang merupakan pemain termuda dari tiga legenda ini telah meninggal dunia pada 25 November 2005.

Patung ini dibuat dengan inspirasi dari pose United Trinity saat mereka merayakan gelar Eropa pertama kali untuk Manchester United 52 tahun yang lalu. Patung ini berdiri berhadap-hadapan dengan patung Matt Busby yang juga turut berjasa memoles performa trio United ini di Stadion Old Trafford.

Pada hari peresmian itu, Denis Law yang menghabiskan masa baktinya di Manchester merah sejak 1962 sampai 1973 mengatakan, "Merupakan kehormatan luar biasa bisa berdiri bersama Sir Bobby dan George dalam patung itu. Saya yakin George akan melihat dari atas dan mengagumi patung ini."

Sementara itu Bobby Charlton yang mencatat 758 penampilannya bersama United, turut berkomentar pada hari peresmian patung United Trinity, "Ini luar biasa. United adalah klub hebat. Sangat luar biasa patung kita berhadapan dengan Sir Matt Busby."


TAG: The United Trinity Old Trafford Stadium Series Manchester United






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI