REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

UEFA Kandangkan Logo Hewan yang Terpasang di Jersey


M Bimo pada 2021-10-04 jam 12:00 PM


Gantigol/Aldito Ilham


Hewan dan klub sepakbola punya koneksi yang cukup kuat. Mungkin hampir separuh dari klub-klub sepakbola yang ada di seluruh dunia memiliki julukan yang berasal dari hewan. Klub Indonesia sudah pasti banyak, seperti Macan Kemayoran julukan Persija Jakarta, Singo Edan julukan Arema Malang, Elang Jawa julukan PS Sleman, hingga Timnas Indonesia pun punya julukan yang berasal dari hewan mitos garuda.

Tak cuma di Indonesia, klub-klub luar negeri pun sama. Italia juga memiliki cukup banyak klub yang memiliki julukan atau ikon yang terinspirasi dari hewan. A.C. Cesena punya julukan Cavalluccio Marino yang berarti kuda laut, AS Roma dengan julukan I Lupi yang berarti serigala, Juventus dengan zebra yang melekat sebagai julukan, juga Inter Milan yang punya julukan lain sebagai Il Biscione alias Si Ular Besar.

Hewan-hewan yang sudah jadi ikon bagi klub ini biasanya memiliki pengaruh yang kuat. Mereka bahkan diberikan tempat spesial untuk mejeng di logo klub selama puluhan tahun lamanya. Bahkan Lazio sering menghadirkan elang sungguhan setiap memainkan pertandingan kandang.

Satu lagi yang sering terlihat, hewan-hewan ini juga turut ditampilkan di jersey baik kandang maupun tandang. Inter Milan musim ini kembali menghadirkan ular mereka di jersey. Bahkan seragam kandang mereka dengan jelas menampilkan corak kulit ular dan ada badan ular di jersey tandang.

Namun ada yang berbeda ketika Inter memakai jersey kedua mereka di pertandingan Champions League versus Shakhtar Donetsk 28 September 2021 lalu. Badan ular berwarna biru hitam yang seharusnya menghiasi jersey putih mereka tidak tampak sama sekali.

Rupanya Biscione itu dikandangkan oleh UEFA. Mereka tidak boleh tampak di jersey dalam setiap laga di kompetisi UEFA. Dan Inter bukan satu-satunya klub yang jadi korban razia hewan yang dilakukan badan sepakbola tertinggi Eropa tersebut.

 

Biscione dan Sponsor Inter Jadi Korban

Bagi kebanyakan klub, keberadaan hewan ikonik pasti terasa sangat sakral di logo maupun jersey. Tapi UEFA belakangan ini lagi sensi dengan corak atau motif yang ada di jersey klub. Mereka bahkan nggak segan untuk meminta klub menghapuskan gambar hewan tersebut.

Kejadian Inter di gelaran Champions League itu cukup banyak menyita perhatian. Sebab tanpa Biscione, perbedaan corak jersey Inter Milan sangat kelihatan sekali. Seperti dua desain jersey yang berbeda, padahal sama dan yang membedakan hanya kehilangan satu elemen saja.

Usut punya usut, UEFA sebenarnya bukan sensi dengan gambar hewan di jersey klub. Melainkan ada peraturan yang mengatur tentang klub tidak boleh sembarangan menyematkan gambar atau corak pada jersey. Pada kasus yang Inter Milan alami, UEFA menyebut La Beneamata melanggar regulasi UEFA pasal 8 ayat 9 poin A.

"Pola jersey harus tidak bergambar, misalnya tidak boleh mengandung gambar, ilustrasi, atau simbol lainnya (pola apa pun yang tidak memenuhi persyaratan ini akan dianggap sebagai elemen dekoratif)," bunyi yang tertulis di regulasi UEFA.

Dalam regulasi itu UEFA melarang klub memiliki jersey dengan corak atau pola yang memiliki gambar, ilustrasi, atau simbol. Inter Milan pada jersey away mereka memiliki pola gambar dan ilustrasi ular, yang artinya itu bertentangan dengan regulasi.


sumber foto: Inter Milan

Dijelaskan lebih lanjut, menurut UEFA jersey yang memiliki pola bergambar itu disinyalir bisa mengganggu sponsor-sponsor yang ada di Champions League. Inter Milan juga bahkan harus merevisi tulisan di sponsor mereka. Awalnya Inter memiliki tulisan sponsor $Inter Fan Token by Socios.com di bagian dada mereka. Namun UEFA memutuskan bagian 'by Socios.com' untuk dihapuskan.

Ular Biscione di jersey Inter memang tak tampak pada pertandingan yang digelar 28 September 2021 lalu itu. Tapi kalau dilihat secara seksama, Nike tampaknya tak benar-benar menghilangkan gambar ular tersebut. Melainkan memang itu sangat samar sekali, mungkin bagai di kanvas desain digital gambar ular tersebut opacity-nya hanya 10 persen saja. Tapi untuk bagian 'by Socios.com' memang benar-benar tak dicantumkan.

Sebenarnya ini bukan kejadian pertama untuk Inter Milan. Pada musim 2010-2011 Inter memiliki jersey away dengan menampilkan Biscione juga. Bahkan saat itu terlihat wajah ular dengan warna biru hitam ini di bagian lengan jersey.

Namun saat berlaga di pertandingan kompetisi UEFA, Inter juga diminta untuk merevisi gambar ular tersebut. Mereka tidak disuruh menghapus seluruh gambar ular seperti saat ini. Inter diperbolehkan menunjukkan badan Biscione di jersey, tapi UEFA meminta menghapus kepala dari si ular tersebut.

 

Gambar Hewan di Jersey Selalu Kena Razia

Kejadian seperti ini tidak hanya dialami oleh Inter Milan saja. Ajax Amsterdam juga mendapat protes dari UEFA terkait gambar hewan yang ada di jersey mereka.

Pada musim ini, raksasa Eredivisie itu merilis jersey ketiga bertema khusus. Jersey tersebut terinspirasi dan didedikasikan untuk mendiang penyanyi reggae legendaris asal Jamaika, Bob Marley. Jersey ketiga Ajax ini sangat populer pada musim ini.

Berlatar warna hitam dan beberapa bagian diwarnai merah, jersey ini memiliki list tiga warna yakni hijau, kuning, dan merah di bagian pundak dan lengan. List dengan gabungan warna serupa juga terlihat di bagian celana. Warna ikonik dan sangat menggambarkan sosok Bob Marley.

Apalagi Adidas sebagai apparel juga turut memberikan gambar tiga burung kecil di kerah bagian belakang. Tiga burung kecil berwarna hijau, kuning, dan merah itu diambil dari salah satu lagu Bob berjudul Three Little Birds.

Lagu ini punya sejarah penting bagi Ajax dan suporter. Pada Agustus 2008, suporter Ajax Amsterdam menyanyikan lagu tersebut pada laga uji coba kontra Cardiff City. Sejak saat itu, lagu Three Little Birds menjadi lagu kebesaran suporter Ajax dan selalu dinyanyikan setiap Ajax berlaga.

Tapi tampaknya romansa Ajax dan Bob Marley harus terhalang regulasi UEFA. Sama seperti yang Inter Milan alami, UEFA meminta Ajax untuk menghapus gambar tiga burung itu ketika bermain di kompetisi UEFA seperti Champions League atau Europa League.


sumber foto: Getty Images

Ajax disebut melanggar regulasi soal perlengkapan bermain tim yang hanya boleh memajang logo atau lambang yang berkaitan dengan ciri khas klub. Sementara tiga burung itu dianggap bukan ciri khas dari Ajax Amsterdam, makanya UEFA minta untuk menghapusnya.

Meski begitu, UEFA tidak mengatur soal gambar atau logo yang bukan ciri khas klub jika ditampilkan di bagian dalam jersey. Ini seperti yang dilakukan Bayern Munchen, mereka memasang ikon Munchner Kindl yang merupakan lambang kota Munich di kerah bagian dalam jersey dan UEFA tak mempermasalahkannya. Tottenham Hotspurs dan Real Madrid juga punya simbol spesial di luar ciri khas klub, tapi dipasang di kerah bagian dalam jersey. Itu pun tidak mendapat masalah dari Yang Mulia UEFA.

Beda lagi yang dialami oleh klub Serie A Venezia. Bukan berurusan dengan UEFA, tapi dia sempat mendapat protes terkait logo di jersey oleh Serie A dan Coppa Italia. Logo mereka juga ada unsur hewannya. 

Pada musim ini, Kappa sebagai apparel penyedia jersey untuk Venezia membuat corak bintang kecil yang berbentuk huruf V disematkan di bagian dada hingga perut. Ukurannya cukup besar karena musim ini mereka tak memiliki sponsor utama untuk dipamerkan. Kappa juga memasangkan logo klub yang identik dengan singa bersayap di posisi biasa, yakni dada atas bagian kiri.

Nah, ini lah yang jadi permasalahan Serie A dan Coppa Italia. Mereka menganggap bahwa bintang berbentuk huruf V tersebut sudah termasuk logo daripada klub itu sendiri. Sementara peraturan mereka, klub tidak diperkenankan memajang lebih dari satu logo klub di jersey mereka. Maka dari itu, Venezia dianggap memasang dua logo klub sekaligus.

Makanya pada musim ini Venezia memakai jersey tanpa logo klub di dada atas bagian kiri. Mereka memilih corak V besar yang ada di dada hingga perut untuk dipertahankan.

Balik lagi membahas UEFA, kayaknya sensi mereka terhadap hewan di jersey klub lebih karena uang. Mereka tak mau mengecewakan sponsor yang masuk dari dia kalah saing dengan sponsor yang dimiliki oleh klub-klub. UEFA bahkan tak gentar menghapus tulisan Socios yang jelas-jelas merupakan sponsor utamanya Inter Milan.

Tapi kenapa selama ini yang dipermasalahkan gambar hewan terus, sih?


TAG: Logo Icon Sepakbola Laga






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI