REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Zlatan Ibrahimovic Sang Pengganggu Tidur Nyenyak AC Milan


M Bimo pada 2021-01-21 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


AC Milan menjalani setengah musim 2020-2021 ini dengan sangat gemilang. Sejak dimulai pada 20 September dan hingga kini telah memainkan 18 pertandingan, Rossoneri baru mengalami satu kali kekalahan. Itu terjadi pada 6 Januari lalu saat bersua Juventus.

Kekalahan pertama setelah melakoni 15 pertandingan tak terkalahkan. Bahkan jika ditarik ke belakang, AC Milan tak terkalahkan sejak 22 Juni tahun lalu. Di mana setelah Serie A kembali digulirkan pasca berhenti karena kasus Covid-19, skuat asuhan Stefano Pioli ini berhasil mempertahankan tren positif di kancah liga.

Menariknya, mayoritas punggawa utama AC Milan pada musim ini dihuni oleh para pemain muda. Hanya segelintir pemain matang yang sudah banyak makan asam garam pengalaman seperti misalnya Il Capitano Alessio Romagnoli, Hakan Calhanoglu dan tentu saja Ibrahimovic.

Khusus nama yang disebutkan terakhir, ia bisa dibilang merupakan kunci sukses permainan AC Milan hingga hari ini. Kontribusinya di lapangan sudah pasti tak diragukan lagi. Meski usianya telah menginjak 39 tahun, namun Zlatan kini menjadi pemain paling banyak menyumbang gol di AC Milan. Musim ini ia juga bercokol di peringkat dua top skorer Serie A bersama Romelu Lukaku dan Ciro Immobile dengan torehan 12 gol, tiga gol lebih sedikit dari Cristiano Ronaldo di puncak.

Tapi Zlatan punya lebih dari itu, ia merupakan mentor yang tepat untuk melecut semangat para anak muda Rossoneri. Dia bisa dibilang layak disebut kunci sukses Milan dalam meraih cita-cita scudetto yang terakhir kali mereka rasakan 2011 silam.

Efek Zlatan Ibrahimovic di Dalam Lapangan

Throwback pada 27 Desember 2019, Milan memberikan hadiah Natal yang terlambat untuk para suporter setianya. Dengan memakai hashtag #IZCOMING, mengisyaratkan kalau Ibrahimovic akan kembali ke San Siro setelah perjalanannya di LA Galaxy pada bursa transfer Januari 2020.

Tapi ada keraguan di benak para suporter ketika melihat realita striker asal Swedia ini sudah tidak lagi muda. Usia mengikis kecepatannya dalam berlari, meski ia masih bisa mempertahankan penguasaan bola dengan baik berkat postur jangkung dan besar dari tubuhnya.

Tapi semua keraguan itu ditendang oleh Zlatan dengan menunjukkan kontribusi nyata di lapangan. Sejak ia kembali merumput dengan seragam Rossoneri pada Januari tahun lalu, performa Milan menanjak. Bersama Ibra, Milan hanya kalah dua pertandingan saja hingga musim 2019-2020 berakhir.

Dari 18 penampilannya musim lalu, pemain jangkung ini mengoleksi 10 gol. Ibra juga hampir jarang melepaskan umpan di bawah 27 kali dalam satu pertandingan, untuk ukuran seorang striker tengah angka itu terbilang cukup banyak. Dia juga mencatatkan rata-rata empat tembakan dalam satu pertandingan, membuat gawang lawan sering terancam.

Catatan itu yang melandasi banyaknya pemain belakang lawan yang tertarik untuk menghentikan pergerakan Ibrahimovic. Ia mungkin jadi tak leluasa untuk membuat peluang, tapi karena penjagaan ketat itu banyak pemain Milan lain yang justru berada di posisi terbuka.

Hal ini dapat dilihat dari jumlah keseluruhan tim yang rata-rata melakukan tiga tembakan lebih banyak dalam satu pertandingan sejak Ibrahimovic bergabung. Inilah efek yang dihasilkan Ibrahimovic di lapangan.

Pahlawan tanda jasa Rossoneri

Zlatan Ibrahimovic bukan sekadar pemain yang jago menjebol gawang lawan, itu sudah menjadi rahasia umum melihat kualitas striker satu ini. Lebih dari itu, ia adalah sosok yang bisa mengangkat moral dan semangat rekan-rekannya di dalam dan luar lapangan. Bahkan harus dibilang, efek Ibrahimovic di luar lapangan bahkan mungkin terasa lebih besar.

Seperti diketahui, dalam dua musim belakangan AC Milan mencoba formula peremajaan klub dengan memanfaatkan tenaga para pemain muda. Risiko yang harus diambil adalah skuat muda ini kekurangan dan butuh sosok pemimpin yang tidak hanya menyemangati pemain muda, tapi juga melemparkan kritik dari kekurangan yang mereka punya.

Coba sesekali melihat pertandingan AC Milan, kamu pasti sangat sering melihat bagaimana Ibrahimovic berteriak dan menggerakkan tangannya untuk memberikan perintah. Ia juga sering tertangkap kamera berdiskusi dengan Stefano Pioli saat pertandingan sedang berlangsung.

Efek kepemimpinan Zlatan ini sangat terasa di atas lapangan, ruang ganti dan di tempat latihan. Aura dan komitmennya terhadap klub dan rekan setim bisa memicu ledakan semangat yang membuat kondisi mental para pemain selalu siap bertarung mengoleksi kemenangan baik saat memimpin maupun bangkit saat tertinggal.

Ya, Zlatan memanglah kunci sukses Milan. Tak cuma musim kemarin dan musim ini saja, bahkan pemain Swedia ini juga merupakan sosok penting di balik scudetto yang Milan terakhir raih pada musim 2010-2011 lalu.

Meski demikian, jangan lupakan pahlawan tanpa tanda jasa lainnya. Stefano Pioli tentu menjadi sosok utama yang harus diberi penghargaan. Eks pelatih Lazio ini tidak hanya menciptakan stabilitas tim, tapi juga menempa identitas pemenang yang telah hilang hampir satu dekade terakhir kepada para pemainnya.

Pioli yang baru saja memperpanjang kontraknya bersama Rossoneri sampai 2022 pada Juli lalu, membuat salah satu tim termuda di Eropa ini bisa berkembang secara efektif dan dalam dekat akan melewati masa kejayaan yang hebat.

Ada juga pemain-pemain lain yang tetap kompak dan memberikan dampak nyata atas raihan Milan berada di puncak Serie A musim ini. Kolaborasi pemain muda dan senior seperti Gianluigi Donnarumma di bawah mistar, Ante Rebic dan Theo Hernandez di sisi kanan dan kiri pertahanan, serta Franck Kessie dan Hakan Calhanoglu layak mendapat pujian.

Kekuatan Milan secara keseluruhan datang dari pendekatan kolektif, masing-masing individu tampak seperti rela mengotori tangan mereka untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Maka tak heran ketika satu per satu pemain kunci mulai cedera dan positif Covid, termasuk Ibrahimovic, Milan masih menjadi kesatuan tim yang kokoh yang sulit ditaklukkan.

Dengan hadirnya kembali Ibrahimovic di sisi Milan merah ditambah dengan skuat kompak yang mulai percaya diri, tampaknya masa depan Rossoneri ke depannya cukup cerah. Mereka berhak kembali merajut mimpi untuk meraih kejayaan di Italia maupun Eropa.


TAG: Zlatan Ibrahimović Ac Milan Serie A






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI